Manama,LiputanIslam.com-Menteri luar negeri Bahrain menanggapi serangan rudal tentara Yaman ke bandara Abha, Rabu (12/6).

Dalam akun Twitter-nya, Khaled bin Ahmad Al Khalifa mengatakan,”Serangan teroris al-Houthi ke bandara internasional Abha adalah tindakan berbahaya yang dilakukan dengan senjata Iran, serta melukai orang-orang tak berdosa.”

Berita Terkait: Pasukan Yaman Merudal Bandara Abha di Saudi

Khaled juga meminta agar dunia internasional bersikap jelas dan tegas terhadap kelompok al-Houthi serta dukungan Iran terhadap mereka.

Kemenlu Bahrain juga mengecam serangan itu melalui statemennya. Bahrain menilainya sebagai “tindakan kriminal dan pengecut serta berlawanan dengan hukum dan konvensi internasional.”

Menurut laporan kantor berita Bahrain, BANA, pemerintah negara ini dalam statemennya menegaskan dukungan Manama terhadap Riyadh dalam menghadapi semua pihak yang mengancam keamanan dan stabilitas Saudi.

Bandara Abha terletak di kawasan Asir, di barat daya Saudi. Bandara ini disebut-sebut telah menjadi bandara internasional sejak tahun 2016 lalu.

Turki al-Maliki (juru bicara koalisi Saudi) pada hari ini menyebut serangan tentara Yaman sebagai “aksi teror.” Dia menyatakan, “proyektil al-Houthi mengenai aula masuk bandara Abha.”

Menurutnya, pihak-pihak terkait tengah menyelidiki jenis “proyektil” yang digunakan dalam “serangan teroris.”

“Milisi teroris al-Houthi, yang didukung Iran, menyatakan bertanggung jawab atas serangan dengan rudal cruise ini. Ini adalah pengakuan terang-terangan mereka, yang tentunya memiliki konsekuensi atas diserangnya fasilitas sipil…Ini bisa saja disebut sebagai ‘kejahatan perang,’”kata al-Maliki. (af/alalam/fars)

Baca:

Bandara Yaman Diblokade, Bandara-bandara Agresor Juga akan ‘Diliburkan’

Koalisi Saudi Dihimbau Hentikan Agresi Sebelum Mendapat Lebih Banyak Kejutan

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*