Damaskus,LiputanIslam.com-Komandan SDF menyatakan, kelompoknya telah menghadapi ISIS dan sukses memenjarakan para anggota kelompok teroris itu. Dengan demikian, kata Madhlum Abdi, hanya kelompok Kurdi yang bisa menentukan nasib para tahanan ISIS itu.

“Bahkan jika Turki menguasai daerah-daerah yang dikendalikan SDF, kami tak akan menyerahkan tahanan ISIS kepada Ankara dan Damaskus,”tandasnya.

Dalam proses pembebasan kota-kota Suriah dari tangan ISIS, SDF telah menahan 12 ribu anggota kelompok teroris itu. Di antara mereka terdapat 2000 hingga 3000 anggota yang berasal dari 45 negara.

Baca: Turki Klaim Teroris adalah Target Operasi Militernya, Bukan Etnis Kurdi

Operasi militer Turki ke utara Suriah mengubah topik keamanan kamp tahanan ISIS dan potensi kaburnya mereka menjadi kekhawatiran masyarakat dunia. Sejumlah organisasi Kurdi mengabarkan, lebih dari 785 keluarga ISIS melarikan diri dari kamp Ayn Isa di sekitar Raqqa usai serangan artileri Turki.

Turki memulai operasi militer bersandi “Mata Air Perdamaian” pada 9 Oktober lalu. Tindakan ini menuai kecaman pedas internasional, terutama dari negara-negara Barat dan Arab.

Saat ini, Jean-Yves Le Drian (menlu Prancis) tengah berada di Irak untuk membahas nasib para tahanan ISIS.

Paris berniat membentuk pengadilan internasional bersama Baghdad untuk mengadili para tahanan ISIS tersebut.

Selasa lalu (15/10), Human Rights Watch mengungkap kekhawatirannya bahwa sebagian negara-negara Eropa, yang tak mau menerima kembali warganya yang bergabung dengan ISIS, akan memindahkan mereka ke Irak. Dengan adanya operasi militer Turki, Eropa khawatir para teroris ISIS akan memanfaatkan kesempatan untuk melarikan diri. (af/alalam)

Baca Juga:

Zarif: Eropa Terbukti tidak Mampu Penuhi Komitmen JCPAO

Tiongkok Pamerkan Helikopter Mirip UFO

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*