Sumber: Presstv

Tehran,LiputanIslam.com—Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, menyebut para penandatangan Eropa untuk perjanjian nuklir 2015 (JCPOA) antara Teheran dan kekuatan dunia telah terbukti tidak mampu memenuhi komitmen mereka berdasarkan perjanjian tersebut.

Zarif mengatakan bahwa Iran tetap sepenuhnya patuh dengan perjanjian, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), bahkan satu tahun setelah “pengkhianatan” AS dari perjanjian itu, dan memberi orang-orang Eropa waktu untuk mengimplementasikan kewajiban mereka menebus pengkhianatan Washington.

“Sayangnya, kami belum menyaksikan langkah yang efisien [dari pihak Eropa], dan Eropa terbukti tidak mampu melaksanakan komitmennya,” ucap Zarif, saat menghadiri putaran ke-14 pertemuan komisi gabungan Iran-Afrika Selatan di Tehran pada Rabu (16/10) kemarin.

Ia menyebut kesabaran Iran telah habis dan akan kembali mengurangi beberapa komitmennya yang tertulis dalam kesepakatan JCPOA, sesuai dengan Pasal 26 dan 36 perjanjian itu.

Zarif mengancam akan terus mencabut komitmennya secara perlahan jika para penandatangan lainnya masih terus mengingkari komitmen mereka.

Sementara itu, Menteri Hubungan dan Kerjasama Internasional Afrika Selatan Naledi Pandor mengatakan negaranya mendukung hak negara-negara untuk mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan damai dan menentang sanksi sepihak AS terhadap Iran.

“Iran harus menjauhkan diri dari fase baru terutama langkah-langkah baru yang mengkhawatirkan yang dapat berkontribusi pada peningkatan ketegangan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis Agnès von der Muhll kepada wartawan harian briefing.

Baca: Turki Klaim Teroris adalah Target Operasi, Bukan Etnis Kurdi

Presiden Donald Trump secara sepihak menarik AS dari JCPOA pada Mei 2018 dan mengeluarkan sanksi “terberat” terhadap Republik Islam untuk mencekik perdagangan minyak Iran. (fd/Presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*