Ramallah,LiputanIslam.com-Pekan lalu federasi sepakbola Saudi mengumumkan, tim nasionalnya siap bermain dengan Palestina dalam kualifikasi Piala Dunia 2022 Qatar di kandang Palestina. Usai pengumuman ini, muncul sejumlah analisis dari media dan kelompok-kelompok Palestina.

Front Rakyat Pembebasan Palestina mengungkap kedok di balik kesiapan Saudi untuk bermain di kandang Palestina. Front ini menyatakan, rezim Saudi menjadikan ajang olahraga untuk meresmikan hubungan dengan Rezim Zionis.

Baca: Usai Insiden Aramco, Intensitas Serangan Agresor Saudi ke Yaman Mulai Berkurang

Jaringan PBS pada pekan lalu menyiarkan film dokumenter dengan judul “The Crown Prince of Saudi Arabia.” Dalam film dokumenter ini, disebutkan bahwa Muhammad bin Salman memberikan janji khusus kepada Trump saat ia melawat ke Saudi tahun 2017 lalu. Bin Salman berjanji, jika Washington membantu Riyadh mengalahkan Teheran di kawasan, Saudi bersedia mengakui Rezim Zionis dan menormalisasi hubungan dengan Tel Aviv.

Kini tampaknya proyek Bin Salman sudah dimulai. Rezim Saudi menggunakan pentas olahraga sebagai alat untuk menyatakan pengakuan terhadap Israel. Sepakbola dijadikan Riyadh sebagai sarana untuk menjadi pionir negara-negara Muslim dalam menormalisasi hubungan dengan Tel Aviv.

Oleh karena itu, persetujuan Federasi Sepakbola Palestina atas kedatangan tim Saudi mendapat protes besar-besaran dari kelompok perlawanan, mulai dari Hamas hingga Jihad Islam.

Alasan penentangan ini adalah, ketika Saudi akan bermain di kandang Palestina, mereka harus berunding dengan Rezim Zionis untuk bisa masuk ke Tanah Terjajah. Mengurus izin masuk dari Israel berarti “pengakuan terhadap eksistensi haram mereka.”

Seorang netizen Palestina membahas muslihat Saudi melalui akun medsosnya. Dia menulis,”Pertandingan Saudi vs Palestina akan diadakan di Ramallah. Saya hanya punya satu pertanyaan: apakah paspor para pemain Saudi akan dicap dengan stempel Rezim Zionis agar mereka bisa memasuki Palestina?” (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Mossad Terlibat dalam Kerusuhan dan Unjuk Rasa di Irak

Tanggapi Sikap Trump terhadap Kurdi, Kini Israel pun Meragukan AS

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*