Sumber: Memo

Riyadh,LiputanIslam.com—Portal berita Middle East Monitor (Memo), mengutip laporan dari para pejabat kedua negara, menyebutkan jumlah serangan koalisi pimpinan Arab Saudi ke Yaman mulai berkurang usai terjadinya insiden serangan ke Aramco pada 14 September lalu.

Menurut pantauan Xinuha, Serangan koalisi yang awalnya rata-rata 40 kali perhari, dalam tiga hari terakhir berkurang menjadi 6 kali perhari tanpa adanya korban jiwa.

Selain faktor serangan Aramco, berkurangnya aktivitas serangan terjadi usai otoritas Yaman mengusulkan kesepakatan damai dengan Arab Saudi.

Menteri Pertahanan Arab Saudi, Khalid Bin Salman, melalui akun twitternya pada Jum’at lalu menyambut positif usulan perdamaian dari Yaman. Melalui usulan itu, Yaman meminta agar kerajaan Arab Saudi segera mengakhiri kampanye militernya ke Yaman dan mengancam akan merespon setiap serangan dengan lebih mematikan jika kerajaan itu terus melanjutkan agresinya.

Baca: Militer Yaman Akui Siap Lakoni Pertempuran Jangka Panjang dengan Saudi

Menurut pantauan Proyek Data Kejadian dan Tempat Konflik Bersenjata (ACLED), 67% korban sipil di Yaman sejak 2015 silam disebabkan oleh serangan-sernagan koalisi militer pimpinan Saudi. Data ini menyimpulkan, koalisi agresor adalah pihak yang paling bertanggungjawab atas kematian warga sipil di Yaman.

Sampai saat ini, korban sipil di Yaman telah mencapai 100.000 orang. Berbagai fasilitas publik rusak, terutama di sektor kesehatan. (fd/Memo)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*