Baghdad,LiputanIslam.com-Setelah sekitar seminggu Baghdad dilanda unjuk rasa yang dibarengi kekerasan, suasana tenang menyelimuti ibukota Irak itu dalam dua hari terakhir.

Harian Lebanon, al-Akhbar, pada hari Selasa (8/10) melaporkan, kontak antara perwakilan pengunjuk rasa dan pemerintah akan berujung pada “hasil positif” dan terkendalinya aksi unjuk rasa. Dengan demikian, kehidupan warga di ibukota dan provinsi-provinsi selatan Irak akan kembali normal.

Baca: Presiden Irak Perintahkan Investigasi Penembakan ke Pendemo

Mengutip dari sumber-sumber yang dekat dengan Adil Abdulmahdi (PM Irak), al-Akhbar menulis,”Berdasarkan data-data akurat yang dihimpun dalam beberapa hari terakhir, intelijen Israel bersama orang-orang bayaran kedubes AS telah menunggangi aksi unjuk rasa warga. Mereka mengarahkan unjuk rasa, yang awalnya berlangsung damai, menuju kerusuhan dan perusakan.”

“Intervensi pihak-pihak asing telah mengubah arah unjuk rasa. Hal ini bisa dilihat dari subtansi slogan-slogan yang disuarakan saat unjuk rasa, yaitu tuntutan untuk menggulingkan pemerintah. Sejumlah saluran satelit juga meliput unjuk rasa dengan cara yang belum pernah terjadi sebelum ini. Hal serupa juga terlihat di akun-akun media sosial yang menghendaki ‘penyelamatan Irak,’”demikian dinyatakan sumber-sumber al-Akhbar.

Menurut harian Lebanon ini, aparat keamanan Irak sudah diarahkan untuk menyikapi unjuk rasa tanpa menggunakan kekerasan. Namun ketika ada oknum-oknum keamanan melakukan kekerasan tanpa izin dari pemerintah, ini memunculkan banyak pertanyaan.

“Sebelum ini Israel juga terlibat dalam sejumlah insiden di Irak. Yang paling menonjol adalah serangan ke basis-basis al-Hashd al-Shaabi di bulan Juli dan Agustus lalu,”pungkas al-Akhbar. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Tanggapi Sikap Trump terhadap Kurdi, Kini Israel pun Meragukan AS

Usai Insiden Aramco, Intensitas Serangan Agresor Saudi ke Yaman Mulai Berkurang

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*