TelAviv,LiputanIslam.com-Keputusan Donald Trump untuk menjauhkan pasukan AS dari kawasan yang diduduki kelompok Kurdi di Suriah, mendapat tanggapan pedas dari sejumlah tokoh dan politisi Israel.

Salah satu dari mereka adalah Naftali Bennet, petinggi Partai Kanan Baru. Sembari mengutarakan dukungan untuk kelompok Kurdi, Bennett secara tidak langsung menyebut AS sebagai “sekutu yang tak bisa diandalkan.”

“Kami, orang-orang Israel, pada saat ini mendoakan orang-orang Kurdi yang tengah diserang oleh Turki. Ada pelajaran sederhana bagi Israel dalam masalah ini,”cuit Bennett dalam akun Twitter-nya.

“Israel selalu membela dirinya sendiri. Pemerintahan Yahudi tidak akan pernah menyerahkan nasibnya ke tangan pihak lain, termasuk kawan besar kita, AS,”lanjutnya.

Saat berbicara dengan Recep Tayyip Erdogan (presiden Turki), Senin (7/10), Trump mengatakan, jika Ankara menyerang Tal Abyadh dan kawasan-kawasan yang diduduki Kurdi, maka Washington tidak akan memberi dukungan ke milisi Kurdi.

Padahal, dalam beberapa tahun terakhir, milisi Kurdi yang berada di utara Suriah praktis merupakan ‘pasukan angkatan darat’ AS. Mereka-lah yang menjalankan instruksi militer AS di lapangan. Namun, meski banyak orang Kurdi tewas dalam proses ini, Trump kemarin menyatakan bahwa biaya pengiriman senjata dan dukungan terhadap milisi Kurdi sangat besar. Sebab itu, Washington ingin membebaskan diri dari “perang menggelikan ini.” (af/fars)

Baca Juga:

Jubir Ansharullah: Saudi Tak Serius Tanggapi Tawaran Perdamaian

Iran: Keberadaan Bavar 373 Hentikan Penerbangan Pesawat U-2 AS

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*