Teheran,LiputanIslam.com-Harian transregional, Rai al-Youm, menyatakan, presiden AS terbiasa mendikte serta memeras para sekutu Arabnya. Namun ia keliru dalam menyikapi Iran. Donald Trump menyangka bahwa Iran seperti sebagian negara Arab yang akan menyerah di hadapan hembusan angin sepoi-sepoi.

Harian terbitan London ini membenarkan sepenuhnya statemen Gholam Reza Jalali (kepala Badan Pertahanan Sipil IRGC). Jalali mengungkapkan, Washington melalui sebuah perantara (kemungkinan Oman) memohon dari pemerintah Iran untuk “melakukan serangan terbatas di kawasan tak berpenghuni.” Tujuannya adalah demi menjaga pamor AS menyusul ditembaknya pesawat nirawak mata-matanya oleh IRGC. Namun, permohonan itu ditolak mentah-mentah oleh Teheran.

BacaLucu, AS Diam-Diam Minta Iran Tak Membalas Jika Diserang Sekedarnya

“AS sudah terbiasa melakukan sandiwara semacam ini demi menjaga citra mereka. Washington ingin mengesankan dirinya sebagai ‘pihak yang tidak tinggal diam saat diusik.’ Saat kedubes AS di Nairobi dan Dar el-Salam diledakkan pada tahun 1998 oleh al-Qaeda, Bill Clinton (presiden AS saat itu) memerintahkan pengeboman pangkalan-pangkalan al-Qaeda di Afghanistan dengan 70 unit rudal cruise. Padahal kebanyakan pangkalan itu tak berpenghuni, sehingga serangan itu hanya menewaskan 5 anggota al-Qaeda,”tulis Rai al-Youm.

“Para pejabat Iran tahu benar muslihat AS ini. Sungguh tepat apa yang dikatakan Jalali:’Para petinggi Iran mengatakan kepada AS,’Kami-lah yang menentukan medan perang. Jika kalian yang mengawali perang, kami yang akan mengakhirinya. Serangan apa pun ke tanah kami adalah pernyataan perang, yang akan dibalas dengan jawaban tegas.”

“Trump terpaksa menarik ancamannya untuk membalas penembakan nirawak AS, sebab dia tahu bahwa balasan ini akan memicu perang yang sulit dikendalikan. Sebab lainnya adalah telepon Benyamin Netanyahu kepadanya. Trump diminta Netanyahu agar tidak melakukan apa pun, sebab respon Iran terhadapnya akan berujung pada kehancuran Israel dan hujan ribuan rudal berpresisi tinggi dari berbagai arah,”pungkas Rai al-Youm. (af/yjc)

Baca Juga:

Menhan Iran Sebut Sikap Inggris Terkait Tanker Iran Sebagai “Pembajakan”

Media Tiongkok: AS Harus Hormati 15 Laporan IAEA Soal Komitmen Iran

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*