Washington,LiputanIslam.com-Menteri luar negeri AS menghapus nama Saudi dari daftar negara-negara yang mempekerjakan anak-anak di wilayah-wilayah militer.

Dilansir oleh Reuters pada Selasa (18/6) dari 4 sumber terpercaya, keputusan ini diambil Mike Pompeo, padahal di saat yang sama, laporan menunjukkan bahwa koalisi pimpinan Saudi merekrut anak-anak di bawah umur sebagai tentara di Perang Yaman.

Baca: Pompeo: AS Tetap Inginkan Diplomasi Ketimbang Perang dengan Iran

Sebelum ini, harian New York Times dan media massa lain, termasuk saluran televisi al-Jazeera, melaporkan adanya anak-anak Yaman yang dipekerjakan sebagai serdadu oleh Saudi dan UEA.

Langkah pemerintah AS ini adalah bukti terbaru yang menyatakan, bahwa meski menuduh negara-negara lain melanggar hak asasi manusia, namun Washington masih memprioritaskan kepentingan ekonominya di atas perlindungan terhadap HAM. Seperti yang diketahui, Saudi adalah salah satu pembeli utama senjata-senjata produksi Paman Sam.

Sumber-sumber Reuters menyatakan, usulan para pakar kemenlu AS untuk mencantumkan nama Saudi dalam daftar di atas ditentang keras oleh para pejabat senior kemenlu AS. (af/alalam/fars)

Baca:

AS akan Kirim 1.000 Tentara Tambahan ke Timteng

Ketika Arogansi Trump Membentur Batu Cadas

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*