Washington, LiputanIslam.com–Menteri Pertahanan AS menyetujui pengiriman 1.000 tentara tambahan ke Timur Tengah untuk menghadapi Iran yang dituding berada di balik serangan kapal minyak di Teluk Oman.

Dalam sebuah pernyataan pada Senin (17/6), Menteri Pertahanan Patrick Shanahan menjelaskan bahwa rencana ini diajukan oleh US Central Command (CENTCOM). Mereka sebelumnya meminta jumlah pasukan ditambah untuk “menghadapi ancaman-ancaman udara, laut, dan darat di Timur Tengah.”

AS telah meningkatkan jumlah pasukannya di Timur Tengah sejak awal Mei, termasuk pengiriman baterai rudal Patriot, pengebom nuklir, dan sejumlah kapal induk militer ke  kawasan itu. Washington menjadikan ancaman dari Iran sebagai pembenaran atas peningkatan intensitas militer ini. Tehran dituding terlibat dalam beberapa insiden di Timur Tengah selama dua bulan terakhir.

Sejumlah laporan terbaru mengutip sumber-sumber PBB di New York menyebutkan bahwa Washington sedang mempertimbangkan peluncuran ‘serangan taktis terhadap Iran’ sebagai pembalasan atas serangan 13 Juni terhadap dua tanker asing di Teluk Oman.

Laporan ini keluar hanya beberapa jam setelah Pentagon merilis foto terbaru yang dimaksudkan untuk membuktikan kesalahan Iran dalam insiden tanker minyak. Foto itu menunjukkan sebuah perahu cepat berisi beberapa orang dengan pelampung oranye mendekati tanker dan melepaskan ranjau tempel di sisi tanker. Namun, di dalam foto itu, tidak terlihat lambang, bendera, atau nama kapal yang dapat dijadikan bukti bahwa pelakunya adalah orang Iran.

Iran telah membantah semua tuduhan tentang keterlibatannya dalam insiden tersebut. Mereka mengangkat kembali catatan besar operasi ‘bendera palsu’ yang dilakukan oleh AS untuk mendorong kepentingannya di seluruh dunia. (ra/rt)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*