Islamabad,LiputanIslam.com-Dalam wawancara dengan stasiun televisi CNN, PM  Pakistan mengaku dirinya diminta presiden AS untuk memudahkan dialog antara Teheran dan Washington.

Imran Khan dalam wawancara yang dilakukan sebelum lawatannya ke Saudi itu mengatakan, dia sudah bicara dengan Hassan Rouhani (presiden Iran) terkait masalah ini.

“Saat berada di New York, Presiden Trump meminta saya berupaya memediasi antara AS dan Iran. Usulan AS ini sudah saya utarakan kepada Presiden Rouhani saat berkunjung ke Iran. Saat ini, kita berada dalam perkembangan kondisi baru. Sebab itu, kita harus melihat apakah (mediasi) akan berjalan atau tidak,”kata Khan.

Baca: Kongres AS Sepakat Batalkan Keputusan Trump Soal Suriah

Saat ditanya CNN apakah dia bisa mengatakan kepada Rouhani bahwa AS bisa punya itikad baik, Khan menjawab,”AS agak sedikit rumit. Oleh karena itu, selama belum ada tanggapan dari kedua belah pihak, saya tidak akan masuk ke detail.”

PM Pakistan menyatakan, dia optimis akan adanya perkembangan positif di masa depan. Menurutnya, meski ada banyak kritikan terhadap Trump, salah satu hal yang ia sukai pada diri presiden AS adalah “dia tidak menghendaki perang.”

Setelah keluar secara sepihak dari kesepakatan nuklir (JCPOA), AS memberlakukan kebijakan “tekanan maksimum” atas Iran. Washington juga melakukan sejumlah tindakan provokatif, seperti mencantumkan IRGC dalam daftar teroris, mengirim pesawat pembom B-52 dan jet F-22 ke kawasan, serta menjatuhkan sanksi atas menlu Iran.

Seiring kian dekatnya pilpres AS 2020, Trump berupaya mencari cara untuk mencetak kemenangan diplomatik. Namun, Teheran menegaskan bahwa perundingan baru akan dilakukan jika Washington kembali ke JCPOA. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Resmi, Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Kedua di Al Azhar Mesir

Tehran: Pintu Dialog dengan Arab Saudi Selalu Terbuka

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*