Washington,LiputanIslam.com-Ketua majelis perwakilan AS mengumumkan, sebuah kesepakatan transpartai telah dijalin demi mencabut keputusan presiden AS terkait Suriah.

Nancy Pelosi melalui akun Twitter-nya menulis, dirinya telah berbicara dengan Lindsey Graham (senator dari Republik) terkait masalah ini.

“Saya senang telah berdialog dengan Senator Lindsey Graham. Topik pertama kami adalah kesepakatan untuk membuat sebuah resolusi transpartai di kongres. Tujuannya adalah membatalkan keputusan berbahaya Presiden di Suriah,”cuit Pelosi.

Baca: Mogherini: Kami Tak Ingin Kurdi Dekat dengan Assad dan Rusia

Menurutnya, dalam tahap selanjutnya, para anggota Demokrat dan Republik di kongres harus memberlakukan “sanksi terberat” atas Turki.

Pekan lalu, usai perbincangan via telepon dengan presiden Turki, Trump mengumumkan bahwa pasukan AS akan meninggalkan utara Suriah, menyusul akan dilancarkannya operasi militer Turki terhadap milisi Kurdi di kawasan tersebut.

Berdasarkan kesepakatan Washington-Ankara, sebagai kompensasi dari mundurnya pasukan AS, Turki harus mengawasi beberapa ribu tawanan ISIS yang saat ini ada di tangan milisi Kurdi.

Usai pengumuman dari pihak Trump, Turki segera memulai operasi militer dengan dalih “menciptakan kawasan aman” untuk para pengungsi Suriah. Ankara mengumumkan, tentara Turki berencana merangsek hingga kedalaman 30-35 km di wilayah Suriah. Sementara itu, milisi Kurdi menyebut keputusan AS untuk mundur sebagai “tikaman belati dari belakang.” (af/alalam)

Baca Juga:

Soal Suriah, Menlu Lebanon Mendapat Lampu Hijau dari Negara-negara Arab

Tehran: Pintu Dialog dengan Arab Saudi Selalu Terbuka

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*