Teheran,LiputanIslam.com-Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran menyatakan, meski AS dan Eropa melanggar kesepakatan JCPOA, namun Iran tetap bersabar selama satu tahun, hingga dunia tahu bahwa Teheran selalu berkomitmen pada janjinya.

Mohammad Bagheri menegaskan, Republik Islam Iran bukan negara yang haus perang, juga tidak berniat untuk melanggar janji serta mengusik negara-negara lain.

Baca: Menhan Iran Sebut Sikap Inggris Terkait Tanker Iran Sebagai “Pembajakan”

“Namun sejak 2 bulan lalu, Iran menjalankan strategi baru, yaitu “perlawanan aktif.” Dalam periode ini, kita tidak takut berperang, tapi juga tidak menghendaki perang. Berunding dalam periode ini sama saja dengan menyerah. Sebab itu, kita menolak perundingan,”tegasnya.

Bagheri menyebut sanksi ekonomi sebagai pendorong untuk berswasembada. “Sepanjang sejarah, tiap bangsa yang mampu mencapai swasembada lantaran pernah mengalami banyak kesulitan. Kita akan berhasil saat kita mandiri dan tidak butuh bantuan asing,”tandasnya.

Dia menyatakan, Iran saat ini telah mampu untuk mempertahankan diri dari segala gangguan dan serangan. Terkait penembakan nirawak mata-mata Global Hawk di malam gulita, Bagheri mengatakan bahwa selain karunia ilahi, keberhasilan itu diperoleh dengan senjata buatan para pemuda Iran.

Bagheri juga menanggapi ditahannya kapal tanker yang membawa minyak Iran oleh Inggris. Menurutnya, hal itu dilakukan sebagai ‘balas dendam’ atas ditembaknya nirawak milik AS.

“Tindakan mereka jelas akan mendapat respon. Jika diperlukan, pembalasan terhadap tindakan ini akan ditentukan pada waktu dan tempat yang tepat,”pungkasnya. (af/alalam)

Baca Juga:

Takut Balasan Iran, Kapal Tanker Minyak Inggris Bersembunyi di Saudi

Rai Al-Youm: Iran Tak Seperti Sebagian Negara Arab yang Mudah Menyerah

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*