Luksemburg,LiputanIslam.com-Staf kebijakan luar negeri Uni Eropa menyatakan, organisasi induk negara-negara Eropa ini tidak menghendaki kelompok Kurdi Suriah dekat dengan pemerintah Damaskus.

Hal ini disampaikan Federica Mogherini usai pertemuan para menlu Uni Eropa di Luksemburg, Senin (14/10).

“Uni Eropa tidak pernah berhenti menyokong orang-orang Kurdi. Saya sudah membicarakan hal ini dengan menlu Turki selama berjam-jam. Sikap kami dalam hal ini selalu tetap,”kata Mogherini kepada wartawan.

“Salah satu konsekuensi yang sudah kami peringatkan sebelum dimulainya serangan Turki ke utara Suriah, adalah kedekatan kelompok Kurdi ke pemerintahan (Bashar) Assad dan Rusia akibat operasi militer ini. Ini adalah sesuatu yang tidak kami kehendaki,”lanjutnya.

Baca: Tentara Suriah Disambut Hangat di Kawasan-kawasan Kurdi

Milisi Kurdi, atau yang lazim disebut SDF (Syrian Democratic Forces), dikabarkan telah menjalin kesepakatan dengan Damaskus Minggu (13/10) lalu. Dengan kesepakatan ini, tentara Suriah akan memasuki kawasan-kawasan yang dikendalikan SDF, yang saat ini menjadi target serangan udara Turki.

Sesuai kesepakatan kedua belah pihak, tentara Suriah akan mengambil alih kontrol semua kawasan perbatasan. Dengan demikian, mereka akan masuk ke kota-kota Manbij, Kobani (Ayn al-Arab), Ayn Isa, dan selainnya.

Dalam statemen milisi Kurdi disebutkan:”Kami berkewajiban membela perbatasan dan keutuhan wilayah Suriah. Sebab itu, tentara Suriah bisa menempati kawasan perbatasan dengan Turki dan bertindak untuk melindungi perbatasan, serta membebaskan kota-kota yang diduduki Turki.” (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Soal Suriah, Menlu Lebanon Mendapat Lampu Hijau dari Negara-negara Arab

Kongres AS Ancam Penjarakan Pejabat Pemerintah Trump yang Enggan Bersaksi

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*