Washington,LiputanIslam.com-Para pejabat AS pada hari Kamis dini hari WIB (20/6) mengatakan, Donald Trump telah mengintruksikan timnya untuk menahan diri dari pernyataan keras terhadap Iran. Dia kembali menegaskan, Washington tidak berniat memicu perang dengan Teheran.

Menurut kutipan The Daily Beast dari dua pejabat senior AS dan tiga sumber lain, Trump meminta agar statemen-statemen petinggi AS tentang Iran ‘diperlunak.’

Baca: Ketika Arogansi Trump Membentur Batu Cadas

Menurut The Daily Beast, hal ini menunjukkan perubahan mendasar dalam sikap pemerintahan Trump. Hanya beberapa hari lalu, Mike Pompeo (menlu AS) mengatakan, terkait dengan Iran, semua opsi, termasuk tindakan militer, ada di atas meja. John Bolton (penasihat keamanan nasional AS) juga termasuk petinggi Gedung Putih yang mengancam Iran.

Namun, Brian Hook (wakil khusus presiden AS untuk urusan Iran) di pertemuan dengar pendapat Senat AS pada hari Rabu (19/6) menyatakan, dalam pemerintahan Trump wacana “tindakan ofensif atas Iran” tak pernah digulirkan.

“Tak seorang pun boleh meragukan keinginan kami untuk berdamai, atau menormalisasi hubungan (dengan Iran), jika memang ada kemungkinan untuk menjalin kesepakatan komprehensif dengan mereka,”ujar Hook.

The Daily Beast menulis, pernyataan-pernyatan kontradiktif petinggi pemerintahan Trump telah membuat pusing Kongres AS. Beberapa pekan lalu, Kongres mengkhawatirkan kemungkinan Trump menyampaikan laporan intelijen secara berlebihan untuk menyeret AS menuju konflik militer. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Sekjen Nujaba: “Dataran Tinggi Trump” akan Menjadi “Pekuburan Trump”

AS akan Kirim 1.000 Tentara Tambahan ke Timteng

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*