Washingtpn,LiputanIslam.com-Sebuah media ekonomi AS menyatakan, keluarnya Donald Trump dari kesepakatan nuklir (JCPOA) membuat Iran memutuskan untuk menambah pengayaan uraniumnya.

Menurut Business Insider, Teheran dalam satu tahun terakhir tetap berkomitmen pada JCPOA, kendati Washington secara sepihak telah keluar dari kesepakatan tersebut.

Baca: Soal Pengayaan Uranium, Trump Sebut Iran Bermain Api

Meski demikian, usai AS menuduh Iran sebagai pelaku serangan ke dua kapal tanker di Laut Oman bulan lalu, Teheran segera mengubah sikap. Teheran menyatakan, per tanggal 7 Juli pihaknya tak lagi berkomitmen untuk membatasi cadangan uranium yang sudah dikayakan.

“Menyusul tindakan sepihak AS, para pemimpin Eropa dalam pertemuan di Wina pekan lalu juga gagal meyakinkan Iran untuk tetap berkomitmen pada konten JCPOA,”lanjut Business Insider.

Media AS lainnya, Washington Post, juga menyatakan,”Walau Iran tak akan berhasil membuat bom nuklir usai melewati batas pengayaan uranium, namun langkah Iran ini merupakan dampak dari kebijakan represif Trump.”

Iran sendiri telah berkali-kali menegaskan tidak akan pernah membuat bom atom.

“Uranium yang dikayakan dalam level 3,68 persen bisa digunakan untuk pembangkit tenaga listrik, sedangkan untuk membuat bom atom, butuh pengayaan uranium hingga 90 persen,”lanjut Washington Post.

Mohammad Javad Zarif (menlu Iran) pada hari Senin (1/7) mengumumkan, Iran telah melewati batas 300 kg uranium yang sudah dikayakan. (af/alalam)

Baca Juga:

“Kapal Induk AS Akan Tenggelam dan Israel Segera Musnah Jika Menyerang Iran”

Netanyahu Puji Pernyataan Menlu Bahrain Mengenai Israel

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*