Washington, LiputanIslam.com –   Presiden AS Donald Trump menyebut Iran “bermain dengan api” terkait dengan perkembangan baru mengenai pengayaan uranium Iran.

Pemerintah Iran, Senin (1/7/2019), mengumumkan bahwa pihaknya telah mengumpulkan lebih banyak uranium yang diperkaya daripada yang diizinkan dalam perjanjian nuklirnya dengan negara-negara terkemuka dunia tahun 2015, yang dinamai Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) .

Baca: Rusia Sebut Anggota JCPOA akan Bantu Iran Ekspor Uranium

Perkembangan ini menandai langkah besar pertama di luar ketentuan JCPOA sejak AS keluar darinya pada lebih dari setahun yang lalu. Namun, Menlu Iran Mohammad Javad Zarif menegaskan bahwa langkah itu bukan pelanggaran terhadap JCPOA, dengan alasan bahwa Iran berhak bereaksi terhadap pengkhianatan AS.

Bagaimanapun juga, langkah ini memiliki konsekuensi besar untuk diplomasi manakala negara-negara Eropa berusaha menurunkan tensi ketegangan antara AS dan Iran. Perkembangan ini terjadi kurang dari dua minggu setelah Trump mengaku sudah merencanakan serangan udara ke Iran tapi kemudian memerintahkan pembatalan rencana itu pada 10 menit terakhir.

Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan bahwa cadangan uranium yang diperkaya negara itu kini telah melewati batas 300kg yang diizinkan dalam JCPOA.

Baca: Iran Sebut Eropa Gagal Jalankan INSTEX

Badan pengawas nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang memantau program nuklir Iran berdasarkan kesepakatan itu, di Wina mengkonfirmasi bahwa Teheran telah melampaui batas tersebut.

Menjawab pertanyaan apakah ada pesan dari AS untuk Iran, Trump menjawab: “Tidak ada pesan ke Iran. Mereka tahu apa yang mereka lakukan. Mereka tahu apa yang mereka mainkan, dan saya pikir mereka bermain api. Jadi, tidak ada pesan apapun ke Iran. ”

Sebelumnya, Gedung Putih mengaku akan terus melancarkan “tekanan maksimum” terhadap Iran “sampai para pemimpinnya mengubah tindakan mereka”, dan mengingatkan  bahwa Iran harus memiliki standar yang melarang semua pengayaan uranium. (mm/alalam/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*