Quds, LiputanIslam.com –   Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji pernyataan Menlu Bahrain Khalid bin Ahmad Al-Khalifa belakangan ini mengenai Israel yang notabene negara ilegal Zionis penjajah Palestina tersebut.

Dalam pembukaan rapat mingguan kabinetnya, Sabtu (30/6/2019), Netanyahu mengutip pernyataan Ahmad aAl-Khalifa bahwa Israel merupakan satu negara yang sah di Timur Tengah dan bagian dari warisan kawasan ini.

Netanyahu mengatakan, “Saya ingin Anda mendengar apa yang dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Bahrain, Khalid Al Khalifa, pada minggu lalu: ‘Israel adalah negara di Timur Tengah. Israel adalah bagian dari warisan seluruh wilayah ini. Orang-orang Yahudi memiliki tempat di antara kita.’”

Baca: Pertahanan Udara Suriah Hadapi Serangan Udara Israel

Dia melanjutkan, “Publik Israel perlu percaya bahwa ada negara-negara di kawasan yang ingin memiliki perdamaian dan mendorong rakyat Palestina untuk melakukannya. ’Ini adalah pernyataan yang sangat penting. Ini adalah hasil langsung dari kebijakan kami, yang mengubah Israel menjadi kekuatan regional dan global yang meningkat.”

Hal tersebut dinyatakan Netanyahu beberapa hari setelah lokakarya bertema “Damai untuk Kesejahteraan” yang diselenggarakan atas prakarsa AS di Manama, ibukota Bahrain.

Menurut media Israel, konferensi yang berlangsung pada 25-26 Mei 2019  itu dihadiri oleh lebih dari 300 pemimpin bisnis dari negara-negara Arab Timur Tengah serta dari Israel dan Palestina. Namun, berbagai media Arab menyebutkan bahwa sebagian besar negara Arab serta Palestina memboikot konferensi yang ditujukan untuk mempromosikan prakarsa AS “Perjanjian Abad Ini” untuk perdamaian Palestina-Israel tersebut.

Baca: Bahrain Mengaku Tak Akan Menormalisasi Hubungan dengan Israel

Netanyahu mencatat bahwa pernyataan Al-Khalifa itu merupakan satu terobosan yang dibuat oleh para pejabat Arab yang telah secara terbuka mengakui “Negara Yahudi” dan bagian permanen dan integral dari Timur Tengah.

Al-Khalifa menyatakan demikian dalam wawancara dengan para wartawan Israel yang datang ke Manama untuk meliput konferensi itu.

Di sisi lain, Netanyahu mengecam otoritas Palestina dan gerakan Hamas sembari menyebutkan bahwa orang-orang Palestina masih saja bersikukuh pada konflik meskipun mengorbankan kesejahteraan mereka sendiri. (mm/raialyoum/thejewishvoice)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*