Washington,LiputanIslam.com-Menantu Donald Trump sekaligus penasihat senior Gedung Putih mengklaim. AS dalam langkah pertama proyek Deal of The Century akan memberikan tawaran investasi senilai 50 milyar dolar di Palestina, Mesir, Yordania, dan Lebanon.

“Dengan menanamkan investasi senilai 50 milyar dolar untuk membuat jalur perlintasan, Tepi Barat akan terhubung dengan Jalur Gaza,”ujar Jared Kushner kepada Reuters saat berbicara tentang konferensi Manama pekan depan.

Kushner juga menanggapi penentangan keras para petinggi dan kelompok perlawanan Palestina terhadap proyek yang diprakarsai Washington tersebut. Ia berkata,”Saya geli saat melihat para pemimpin Palestina menolak Deal of The Century. Jika mereka berani mengimplementasikan proyek ini, Palestina akan mendapat sebuah peluang.”

Baca: ‘Great March of Return’ Masih Berlanjut, 70 Warga Gaza Terluka

AS dan Bahrain mengumumkan, sebagai langkah awal pelaksanaan proyek ini, sebuah konferensi ekonomi akan diadakan di Manama pada 25-26 Juni mendatang. Konferensi ini mendapat penentangan dari aliansi kelompok perlawanan Palestina dan Gerakan Boikot Israel (BDS).

Dalam sebuah statemen bersama, mereka mengumumkan bahwa rakyat Palestina akan melakukan pemogokan massal pada tanggal 24-25 Juni, bertepatan dengan diselenggarakannya konferensi itu. Rakyat Bahrain sendiri pada hari-hari lalu telah berunjuk rasa menolak konferensi tersebut.

Deal of The Century diklaim oleh pemerintahan Trump sebagai solusi untuk mengakhiri konflik Palestina-Israel. Namun, berdasarkan sejumlah detail yang diliput media, proyek itu sangat menguntungkan Rezim Zionis dan merugikan rakyat Palestina.

Saudi dan UEA adalah para pendukung utama proyek AS ini. Mereka menekan PLO dan negara-negara Arab lain untuk menerima kesepakatan yang digagas pemerintahan Trump itu.

Sejak Trump mengakui al-Quds sebagai ibukota Israel dan memindahkan kedubes AS dari Tel Aviv ke kota suci itu, hubungan Mahmoud Abbas (ketua PLO) dengan Washington memburuk. Abbas bahkan menyatakan bahwa “al-Quds tak akan dijual” dan berjanji “tak akan menerima proyek perdamaian AS.” (af/yjc)

Baca:

IAEA Akui Negara Palestina, Israel Geram

Netanyahu Mengaku Menjalin Hubungan dengan Banyak Pemimpin Arab

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*