Ramallah,LiputanIslam.com-Seorang penulis dan peneliti Palestina mengatakan, unjuk rasa orang-orang Ethiopia yang menetap di Tanah Terjajah membongkar kebohongan Rezim Zionis, yang selama ini mengklaim sebagai satu-satunya pihak berpengalaman dalam demokrasi di Asia Barat.”

“Mitos bahwa Israel adalah satu-satunya pemerintah demokratis tak lebih dari sebuah kebohongan, sebab rezim ini hanya dibangun atas fondasi penjajahan dan rasialisme,”kata Taysir al-Khatib dalam acara Ma`a al-Hadath di stasiun televisi al-Alam.

Baca: Israel Ancam Lebanon agar Bersedia Berunding

“Rezim Zionis tidak memiliki satu pun barometer demokrasi, lantaran mereka menjajah negeri Palestina dan menekan dunia untuk mengakui bahwa Palestina adalah negeri Yahudi,”imbuhnya.

Al-Khatib menunjuk kepada pembangkangan kaum Yahudi berkulit hitam di Israel baru-baru ini. Dia mengatakan, unjuk rasa mereka bukan hanya membongkar kebohongan Israel sebagai pemerintah demokratis tunggal di Timur Tengah, tapi juga menunjukkan kepada dunia bahwa Zionis tidak menghormati sesama ras Yahudi di dalam rezim tersebut.

Menurut laporan media, para Yahudi berkulit hitam (yang berasal dari Ethiopia) turun ke jalanan untuk berunjuk rasa di seluruh Israel. Mereka melampiaskan amarah atas terbunuhnya seorang Yahudi kulit hitam karena ditembak seorang polisi Zionis. Unjuk rasa itu segera berubah menjadi protes terhadap kebijakan-kebijakan rasis Rezim Zionis. (af/alalam)

Baca Juga:

Soal Sanksi AS, Zarif: Saya Tak Punya Rekening Luar Negeri

PLO: Israel Berkelit dari Solusi “Dua Negara” agar Bisa Tetap Menjajah

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*