TelAviv,LiputanIslam.com-Menteri energi Israel mengancam, jika Lebanon dalam rentang 10 hari tidak bersedia berunding untuk membahas perbatasan, perundingan ini akan ditangguhkan hingga beberapa tahun ke depan.

David Sutterfield (staf menlu AS) pada Senin (1/7) tiba di Lebanon untuk kesekian kali, dengan tujuan melancarkan perundingan masalah perbatasan antara Lebanon dan Israel. Namun dia praktis menolak sebagian syarat-syarat yang telah disepakati, sehingga perundingan pun gagal.

Dalam perundingan masalah perbatasan, tampaknya Rezim Zionis menggunakan cara “bujuk dan ancam” agar Beirut bersedia menuruti kehendak Tel Aviv.

Baca: Hadapi “Perjanjian Abad Ini”, Hizbullah Adakan Pertemuan dengan Dua Gerakan Islam

Israel menolak keinginan Lebanon untuk berunding secara tidak langsung di bawah pengawasan PBB di markas UNIFIL di al-Naqura (perbatasan Lebanon-Tanah Terjajah). Beirut juga menghendaki agar masa perundingan ini tidak dibatasi. Namun Tel Aviv menyatakan, perundingan ini harus berlangsung maksimal 6 bulan.

Lebanon juga meminta komitmen tertulis Israel terhadap hasil perundingan tak langsung, yang segera ditolak oleh Tel Aviv. Tel Aviv juga menolak peran apa pun dari UNIFIL dalam masalah perbatasan darat atau laut.

Terkait masalah ini, Yuval Steinitz (menteri energi Israel) mengklaim, pemerintah Lebanon berada di bawah tekanan dari Hizbullah.

“Lebanon secara resmi tidak menolak mediasi. Namun dalam beberapa hari ke depan, kita akan tahu apakah Israel akan berunding ataukah perundingan ini akan ditunda hingga satu, dua, atau tiga tahun ke depan,”kata Steinitz kepada Radio Israel.

Para pejabat Lebanon menilai, ucapan Steinitz ini adalah bentuk tekanan agar Beirut mengalah. Namun, mereka menegaskan, hal ini tak akan terjadi dan Lebanon tidak mau diperas. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Panas, Iran Ancam Balas Inggris jika Kapal Tankernya di Gibraltar Tak Dilepas

Anggota Parlemen Yordania dari Kalangan Kristen Serukan Peledakan Pipa Gas Israel

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*