Ramallah,LiputanIslam.com-Riyadh al-Maliki (menteri luar negeri PLO) menyatakan, Rezim Zionis berusaha untuk menghindari solusi “Dua Negara,” dengan tujuan agar mereka bisa melanjutkan penjajahan atas Palestina.

“Rezim Zionis menginjak-injak segala hukum internasional, termasuk menjajah (Palestina) dengan menggunakan kekerasan,”kata al-Maliki dalam pembukaan konferensi negara-negara Timur Asia untuk mendukung Palestina, Rabu (3/7).

Baca: Abbas: Palestina Tolak Mediasi AS

Dilansir oleh harian al-Quds al-Arabi, menlu PLO menyatakan bahwa semua orang tahu Israel ingin mengakhiri solusi “Dua Negara.”

Solusi “Dua Negara” digulirkan usai Perang Enam Hari antara Israel dan negara-negara Arab pada 1967, sebagai alternatif untuk proposal “Negara Tunggal (Israel).” Berdasarkan solusi ini, akan ada dua ‘negara,’ yaitu pemerintahan Palestina yang beribukotakan al-Quds Timur, dan pemerintahan Rezim Zionis di tanah historis Palestina. Dibandingkan solusi “Negara Tunggal,” solusi ini lebih mendapat sambutan dari negara-negara lain.

“Rezim Zionis dengan segala kekuatannya berniat untuk mengusir kami dan menggantikan kami dengan para pemukim Yahudi,”kata al-Maliki.

Terkait ide perdamaian AS yang dikenal dengan Deal of The Century, al-Maliki mengatakan, semua upaya untuk mengubah solusi politik dengan solusi ekonomi akan gagal. Sebab, katanya, semua solusi ini hanya bertujuan untuk melanggengkan Israel. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Ayatullah Khamenei Tekankan Kewajiban Mengangkat Isu Dunia Islam dalam Ibadah Haji

Arab Saudi “Sandera” Tanker Minyak Iran

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*