Wina,LiputanIslam.com-Wakil menteri luar negeri Rusia mengabarkan, Iran telah diminta agar tidak melanjutkan pengurangan komitmennya terkait JCPOA ke tahap III.

Hal ini disampaikan Sergei Ryabkov usai pertemuan Komisi Gabungan JCPOA, Minggu (28/7).

Ketua delegasi Tiongkok di komisi tersebut juga menyatakan, semua pihak menghendaki agar kesepakatan nuklir itu tetap dijaga. Beijing juga menyatakan penentangannya terhadap sikap AS yang keluar secara sepihak dari JCPOA.

Baca: AS Klaim Iran Uji Coba Rudal Balistik Berdaya Tempuh 1000 KM

Pertemuan luar biasa Komisi Gabungan JCPOA antara Iran, kelompok 4+1 (Jerman, Prancis, Rusia, Inggris, dan Tiongkok), serta perwakilan Uni Eropa berlangsung kemarin di Wina, ibukota Austria.

Namun, sebagaimana dilansir kantor berita TASS, Teheran tetap bersikukuh akan melanjutkan pengurangan komitmennya di JCPOA. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pendekatan “less to less,” lantaran Iran menganggap pihak-pihak lain di JCPOA belum membuktikan komitmen mereka.

Rencananya, Iran akan kembali mengurangi komitmennya pada 4-5 September mendatang.

Abbas Araghchi (ketua tim negosiator Iran) mendeskripsikan pertemuan di Wina sebagai “pertemuan konstruktif.”

Meski menyatakan bahwa penyitaan kapal pembawa minyak Iran di Gibraltar adalah pelanggaran JCPOA, Araghchi mengaku bahwa pembicaraan terkait masalah ini berjalan dengan baik.

“Saya tidak bisa mengatakan bahwa kami telah memecahkan segala persoalan. Saya hanya bisa mengatakan bahwa pertemuan ini menghasilkan banyak komitmen,”kata Araggchi, seperti dilansir Reuters. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

 

Diam-diam Utusan Israel Pergi ke Alaska, Galakkan Kerjasama Anti-Iran

Rusia Peringatkan Jerman agar Tak Campuri Urusan Internalnya

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*