Washington,LiputanIslam.com-Mengutip dari beberapa sumber di kemenhan AS (Pentagon), CNN mengklaim bahwa Iran melakukan uji coba rudal balistik dengan jarak tempuh 1000 km.

Menanggapi berita ini, Gedung Putih menyatakan,”Kami tahu uji coba rudal yang dilakukan Iran. Rudal itu tipe Shahab 3 yang sanggup menempuh jarak lebih dari 1000 km. Namu uji coba itu tidak membahayakan pelayaran atau pangkalan-pangkalan AS di kawasan.”

Baca: Kapal Tanker Inggris Ternyata Digelandang di Depan Armada Perang AS dan Inggris

AS dan negara-negara Eropa mengklaim, program rudal Iran bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB tahun 2015. Padahal, resolusi itu hanya meminta Iran agar tidak menguji coba rudal berhulu ledak nuklir. Teheran sendiri berulang kali menyatakan, rudal-rudal mereka tidak dirancang untuk itu.

Menyusul ketegangan yang dipicu sendiri oleh Barat dan sebagian negara Teluk, sebuah pertemuan diadakan di markas Centcom kemarin (25/7). Agenda pertemuan itu adalah membahas keamanan lalu lintas pelayaran di Teluk Persia.

Menurut laporan situs The National, perwakilan dari UEA, Inggris, dan negara-negara Eropa hadir di kota Tampa, Florida.  Mereka membicarakan program pemerintahan AS yang disebut “Operation Sentinel.” Operasi ini diklaim sebagai upaya untuk melindungi lalu lintas pelayaran di Teluk Persia. (af/alalam)

Baca Juga:

Iran Tantang PBB Buktikan Penangkapan Tanker Inggris itu Salah

Kelihaian Iran Mencundangi Lawan Tanpa Perang

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*