Washington,LiputanIslam.com-Media-media AS mengabarkan, Mike Pompeo akan bertemu dengan Benyamin Netanyahu, hari ini Jumat (18/10) usai mengakhiri lawatannya di Turki.

Menurut The Hill, menlu AS saat ini berada dalam posisi sulit, menyusul keputusan Donald Trump yang menarik pasukan AS dari utara Suriah.

Recep Tayyip Erdogan (presiden Turki) mengumumkan operasi militer negaranya di utara Suriah pada 9 Oktober lalu. Dia menyatakan, pasukan AS akan mundur dari kawasan perbatasan Suriah-Turki. Banyak pihak yang menyebut hal ini sebagai lampu hijau Washington kepada Ankara untuk menyerang milisi Kurdi.

Keputusan Trump untuk mengakhiri koalisi dengan milisi Kurdi Suriah, tulis The Hill, memicu kekhawatiran para sekutu AS terkait komitmen Washington di Timteng.

Baca: PBB Sambut Hangat Putusan Turki Hentikan Serangan ke Suriah

Senator dari Partai Republik AS mengatakan, mimpi buruk Israel adalah Iran menjadi pemenang terbesar akibat kekosongan kekuatan pasca mundurnya AS dari Suriah.

“Selain mencemaskan kembalinya ISIS, Netanyahu khawatir akan menjadi pemenang dalam kondisi ini,”ujar Lindsey Graham.

Tanpa kehadiran AS, Netanyahu disebut-sebut kehilangan sarana untuk menekan Rusia. Daniel Shapiro (mantan dubes AS untuk Israel) menyatakan,”Akibat keputusan Trump, Rusia akan memiliki pengaruh lebih banyak.”

“Jika Anda di posisi Netanyahu, apakah Anda yakin jika Israel berperang dengan Iran, AS akan menerjunkan pasukannya? Jika Pompeo hendak berargumen seperti ini, saya rasa omongannya tak akan didengarkan,”imbuhnya.

The Hill menyatakan hubungan Trump-Netanyahu telah mengeruh dan menyebutkan bukti-buktinya.

Sebelum ini, Netanyahu kerap mengumbar omongan tentang pertemanannya dengan Trump. Namun akhir-akhir ini, dia jarang bicara untuk mendukung Trump. Hal ini membuat para pengamat berspekulasi akan keruhnya hubungan mereka.

“Sejak Mei lalu, yaitu saat Netanyahu gagal membentuk pemerintahan, Trump mulai mengabaikannya,”kata Shapiro. (af/fars)

Baca Juga:

Militer AS Hancurkan Sisa-sisa Senjatanya di Suriah

Mantan Direktur CIA Pernah Memohon Bertemu Qassem Soleimani

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*