Beirut,LiputanIslam.com-Stasiun televisi Lebanon, al-Mayadeen, dalam sebuah program khusus membahas upaya teror atas komandan al-Qods IRGC, Qassem Soleimani.

Salah satu tamu undangan di acara tersebut adalah Anis al-Naqqash, koordinator jaringan riset strategis “Aman.” Al-Naqqash berpendapat, rencana teror itu adalah proyek gabungan Israel dan Saudi.

Dia mengatakan, sebelum ini agen intelijen sejumlah negara Arab pernah bekerjasama dengan Israel untuk meneror para tokoh Poros Resistansi. Salah satunya adalah teror atas Imad Mughniyah, komandan ternama Hizbullah.

Baca: Intelijen IRGC Gagalkan Upaya Teror atas Qassem Soleimani

Menurut al-Naqqash, Soleimani adalah salah satu panglima penting dalam Poros Resistansi. Dia dikenal lantaran dukungannya terhadap kelompok-kelompok perlawanan dalam memerangi terorisme.

Saat ISIS menyerang Irak, Soleimani—kata al-Naqqash—adalah orang yang pertama kali pergi ke Irak untuk membendung kelompok teroris.

Al-Naqqash juga menyinggung permohonan mantan direktur CIA untuk bertemu Soleimani. Menurutnya, David Petraeus meminta dari Hamad bin Al Khalifa (mantan emir Qatar) untuk mempersiapkan pertemuan dirinya dengan Soleimani.

Analis Lebanon ini menyatakan, teror atas seseorang adalah bagian dari program semua biro rahasia dunia, termasuk AS dan Israel. Namun, menurutnya, yang paling sering melaksanakan aksi teror adalah biro rahasia Saudi.

“Dengan melihat statemen IRGC dan cara eksekusi rencana teror atas Soleimani, bisa dipastikan bahwa Saudi terlibat dalam proyek ini. Mereka bekerjasama dengan Rezim Zionis untuk mewujudkan tujuan ini,”tandasnya. (af/fars)

Baca Juga:

Saudi Sebut Klaim Iran Terkait Pesan ke Rouhani “Kurang Tepat”

AS Bermain di Balik Kerusuhan Irak

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*