Sumber: Presstv

Damaskus, LiputanIslam. Com—Amerika Serikat telah mengebom bunker penyimpanan amunisi miliknya sendiri di sebuah gudang di Suriah utara setelah pasukan Amerika meninggalkan lokasi yang kini menjadi objek operasi militer Turki.

Kolonel Angkatan Darat AS, Myles Caggins, juru bicara koalisi militer pimpinan AS yang konon memerangi Daesh, menulis di akun twitternya pada Rabu (17/10) kemarin , bahwa dua jet tempur telah menargetkan sebuah pabrik semen, yang ia sebut berfungsi sebagai pusat koordinasi aliansi pasukan AS dan militan Kurdi di Suriah.

Dia menulis, semua personel koalisi dan peralatan taktis penting telah diangkut meninggalkan kompleks militer, yang terletak antara kota Suriah Ayn al-Arab, juga dikenal sebagai Kobani, dan kota Ayn Issa.

Pada tanggal 16 Oktober, setelah semua personil koalition dan peralatan taktis penting berhasil diangkut, dua pesawat tempur F-15 mendaratkan serangan udara ke Pabrik Semen Lafarge untuk menghancurkan sisa-sisa amunisi yang tersimpan di pabrik itu.

Pada Selasa lalu, Caggins mengatakan kepada Fox News bahwa Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi telah membakar dan mengosongkan perlengkapan militer mereka saat militer Turki bergerak menuju Pabrik Semen Lafarge.

“Prioritas kami adalah melindungi pasukan Koalisi yang tersisa di LCF ketika banyak pasukan berkumpul di timur laut Suriah,” katanya. “Pasukan koalisi sengaja menarik pasukannya dari wilayah Timur Laut Suriah. ”

Perwakilan partai Republik, Adam Kinzinger, dari Illinois mengutuk Presiden AS Donald Trump atas pemboman situs penyimpanan senjata itu.

Sementara itu, CNN melaporkan bahwa serangan udara itu dimaksudkan untuk mencegah amunisi dan peralatan lainnya jatuh ke tangan kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Turki.

Baca: Trump Sebut Memerangi Isis di Suriah Menguntungkan Iran dan Rusia

Seorang pejabat pertahanan Amerika yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada CNN bahwa tidak ada pasukan lain di dekatnya pada saat serangan udara.

Seorang pejabat senior militer AS juga menjelaskan kepada CNN bahwa pasukan AS di Suriah utara telah ditarik dan melakukan konsolidasi di sebuah tempat dekat Kota Ayn al-A’rab untuk diterbangkan keluar Suriah.

Pemerintah Turki telah melancarkan operasi militer “Operation Peace Spring” sejak 9 Oktober lalu untuk memerangi kelompok militan Kurdi di Suriah yang oleh Erdogan disebut sebagai kelompok teroris.(fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*