TelAviv,LiputanIslam.com-Mantan wakil AS di Uni Eropa menyatakan, AS tak bisa sendirian mengembalikan Iran ke meja perundingan. Stuart Eizenstat berpendapat, Washington butuh bantuan Uni Eropa untuk memulai negosiasi dengan Teheran.

Eizenstat adalah penasihat Jimmy Carter (mantan presiden AS) dan penanggung jawab untuk sanksi atas Iran usai Revolusi Islam menyusul didudukinya kedubes AS oleh mahasiswa Iran saat itu.

“Saya bertanggung jawab untuk menjatuhkan sanksi atas Iran dengan tujuan membebaskan para sandera. Dalam krisis itu, sanksi saja tidak menyelesaikan masalah, sebab para sekutu AS, seperti negara-negara Eropa, tidak ikut menjatuhkan sanksi. Namun saat mereka bergabung dengan AS, hal ini membantu pembebasan para sandera,”ujar Eizenstat, seperti dilansir Jerusalem Post.

Baca: Eskalasi Iran-AS Menjelang Berakhirnya Ultimatum Iran terhadap Eropa

Menurutnya, pada tahun 2015, Iran bersedia menerima JCPOA lantaran upaya gabungan dari 6 negara kuat dunia, bukan hanya AS.

“Pemerintahan Trump berpikir, intimidasi bisa membawa Teheran kembali ke meja perundingan. Namun harga diri orang-orang Iran akan mementahkan upaya ini,”lanjut Eizenstat.

Meski dikenal sebagai pendukung fanatik Rezim Zionis, namun Eizenstat menentang sikap kabinet Israel terhadap Iran.

Dia berpendapat, JCPOA diperlukan untuk mencegah Iran menjadi salah satu kekuatan nuklir dunia.

“Menurut saya, keluarnya AS dari JCPOA adalah kesalahan besar. Andai kami masih bertahan, hari ini kami tak akan menghadapi kesulitan,”tandasnya.

Eizenstat meminta agar pemerintah Trump kembali berunding dengan Iran. Dia memperingatkan, AS tak bisa membuat kesepakatan yang akan meliputi segala hal, mulai dari Hizbullah, terorisme, dan rudal-rudal. Ia meyakini, nuklir Iran masih menjadi ancaman terpenting. (af/yjc)

Baca Juga:

IRGC: Takut Perang dengan Iran, AS Memilih Fokus pada Konflik Ekonomi

Israel Nyatakan Siap Keroyok Iran

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*