Teheran, LiputanIslam.com –   Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) takut berkonfrontasi militer dengan Iran sehingga memilih memerangi Iran  melalui tekanan ekonomi.

Panglima IRGC Mayjen Hossein Salami mengatakan Iran telah “sepenuhnya menutup jalan bagi musuh” di bidang militer.

“Dalam situasi saat ini pihak musuhlah yang takut terhadap pecahnya perang, dan ketakutan ini terlihat dalam perilaku fisik dan taktis mereka … Di persimpangan saat ini, perang ekonomi adalah bidang utama bagi musuh dalam menghadapi kami,” ujarnya, seperti dilansir Fars, Rabu (3/7/2019).

Baca: Pasukan Iran Ancam AS Dengan “Senjata Rahasia”

Ketegangan meningkat antara Washington dan Teheran sejak Presiden AS Donald Trump menarik Washington dari kesepakatan nuklir multilateral pada tahun lalu dan menerapkan kembali sanksi terhadap Teheran demi menekan penjualan minyak Iran hingga ke titik nol.

AS juga menuduh Iran melakukan serangan terhadap enam kapal tanker di Teluk selama dua bulan terakhir, dan Iranpun membantahnya.

Bulan lalu, bayang-bayang perang menguat antara keduanya setelah Iran menembak jatuh drone pengintai kebanggan AS. Iran menyebut drone berukuran besar seharga $ 200-an juta  itu telah melanggar zona udaranya, sementara AS mengklaim drone itu berada di wilayah udara internasional.

Baca: Militer Iran Akan Lawan Serangan AS Dengan “Fasilitas dan Teknologi Lokal”

Trump mengaku semula berniat membalas penembak jatuhan drone itu namun membatalkannya pada menit-menit terakhir dengan dalih demi menghindari jatuhnya ratusan korban jiwa.

Hesamodin Ashena, penasihat Presiden Hassan Rouhani, memperingatkan Trump agar tidak mendengarkan kelompok elang dalam pemerintahannya. Dia juga menyebutkan bahwa agresi terhadap Iran dapat menjadikan Trump sebagai “presiden satu periode”.

“Kami telah kehilangan kursi presiden AS di masa lalu, kami bisa melakukannya lagi,” cuit Ashena di Twitter, merujuk pada Jimmy Carter yang kehilangan kesempatan untuk menjadi presiden AS dua periode akibat krisis sandera AS di Iran pada tahun 1980. (mm/sputnik/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*