Herzliya, LiputanIslam.com –   Menteri Luar Negeri Israel, Yisrael Katz, Selasa (2/7/2019), menyatakan bahwa rezim Zionis ini sedang mempersiapkan kemungkinan keterlibatan militer dalam konfrontasi yang mungkin terjadi antara Iran dan AS.

Sembari terus mendorong AS agar terus menekan Iran dengan sanksi, Israel memprediksi Teheran pada akhirnya akan menyerah dan berunding lagi untuk menjalin kesepakatan nuklir yang lebih ketat.

Namun demikian, kepada sebuah forum keamanan internasional Yisrael Katz mengatakan bahwa Iran mungkin secara tidak sengaja akan tersandung dari apa yang disebutnya “zona abu-abu”, yakni konfrontasi terkendali.

Baca: Ancam Iran,Trump: Kami Bisa Berbuat Lebih Buruk

“Harus diperhitungkan bahwa perhitungan yang keliru oleh rezim (Iran) ini… bertanggung jawab membawa perubahan dari ‘zona abu-abu’ ke ‘zona merah’ – yaitu, kebakaran besar militer,” katanya dalam sebuah pidato pada konferensi di kota Herzliya, Israel.

Israel sudah lama mengancam menempuh tindakan militer pre-emptive untuk mencegah apa yang disebutnya upaya Iran membuat senjata nuklir, tuduhan yang selalu dibantah Iran.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Senin lalu menyatakan bahwa dalam waktu dekat ini negaranya akan mengajukan argumen tambahan yang membuktikan apa yang disebutnya sebagai tindakan Iran mengelabui khalayak internasional terkait dengan kesepakatan nuklir.

Baca: “Kapal Induk AS Akan Tenggelam dan Israel Segera Musnah Jika Menyerang Iran”

Dia juga menegaskan bahwa bagaimanapun juga Israel tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.

Ketegangan antara Iran dan AS meningkat setelah Washington menarik diri dari perjanjian nuklir multilateral tahun 2015 sejak lebih dari satu tahun lalu. AS kemudian memberlakukan kembali sanksi ekonomi berat terhadap Teheran. (mm/reuters/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*