Ankara,LiputanIslam.com-Dilansir dari Sputnik, presiden Turki pada hari Selasa (22/10) mengumumkan, tenggat waktu 120 jam gencatan senjata Ankara-Washington telah berakhir. Recep Tayyip Erdogan menyebut AS tidak melaksanakan komitmennya secara utuh.

Erdogan menegaskan, dengan berakhirnya tenggat waktu ini, Turki akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan. “Jika kami terus memberikan toleransi, kami malah akan membuka jalan bagi kelompok-kelompok teroris,”ujarnya.

Baca: Pompeo: Jika Diperlukan, Trump Akan Lancarkan Serangan Militer Skala Penuh Melawan Turki

Berdasarkan keterangan kementerian pertahanan Turki, dalam kurun waktu 120 jam ini, milisi Kurdi telah meninggalkan 136 kendaraannya di utara Suriah. Turki mengklaim, telah terjadi 42 kasus pelanggaran gencatan senjata dalam kurun waktu ini.

Erdogan pada hari Selasa kemarin bertolak ke Sochi, Rusia. Dia berunding secara tertutup dengan Vladimir Putin (presiden Rusia) selama setengah jam.

Topik utama perbincangan mereka adalah kondisi terkini Suriah, menyusul dilancarkannya operasi militer Turki dua pekan lalu di tengah penentangan masyarakat internasional.

Operasi militer ini sempat dihentikan selama 120 jam menyusul terjalinnya kesepakatan antara Ankara dan Washington.

Dalam pertemuan antara Erdogan dan Putin, Turki dan Rusia menandatangani MOU dengan 10 pasal terkait situasi keamanan utara Suriah. (af/alalam/irna)

Baca Juga:

Hamas Sebut Penodaan Israel atas Al-Aqsa akan Kobarkan Perang Regional

100 Kendaraan Lapis Baja AS Memasuki Irak dari Suriah

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*