Sekneg AS, Mike Pompeo. Sumber: Sputnik

Washington,LiputanIslam.com—Sekneg AS, Mike Pompeo, bersumpah akan menekan Turki lewat sektor ekonomi dan politik sebelum masuk pada level militer. Pada Senin (21/10) kemarin, ia mengatakan bahwa Presiden Donald Trump telah mempersiapkan serangan militer skala penuh melawan Turki jika Erdogan tak mau tunduk terhadap permintaan Amerika.

“Kami lebih memilih cara damai ketimbang perang,” ucap Mike. “Tapi, jika memang opsi militer diperlukan, Anda tau kalau Presiden Trump siap untuk melakukan hal itu.”

Pompeo menolak menyebutkan faktor yang bisa mendorong pemerintah Amerika menempuh opsi militer. Ia mengaku tidak ingin mendahului keputusan Trump.

Pada 6 oktober lalu, Trump mengumumkan penarikan pasukan AS dari Suriah. Tiga hari kemudian, Turki mengumumkan operasi militer ke wilayah Suriah dekat perbatasan Turki untuk menciptakan zona aman seluas 20 mil (30 km) dan mulai membantai para pejuang Kurdi yang dianggap sebagai perpanjangan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), sebuah organisasi teroris bagi pemerintah Turki.

Baca: Pasukan Kurdi Klaim Telah Tinggalkan Perbatasan Seperti Tuntutan Turki

Beberapa hari kemudian, delegasi AS datang ke Turki untuk meminta Erdogan menghentikan operasi militernya terhadap Kurdi-Suriah. Awalnya, Erdogan menolak permintaan itu. Namun, akibat tekanan ekonomi AS, Turki setuju menghentikan operasi militernya selama 120 jam (lima hari).

Meski begitu, Erdogan mengancam akan membantai habis para pejuang Kurdi jika tidak mau meninggalkan zona aman yang telah ditentukan. (fd/Sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*