Baghdad,LiputanIslam.com-Media-media mengabarkan, lebih dari 100 kendaraan lapis baja milik tentara AS telah meninggalkan Suriah dan memasuki wilayah Irak.

Dilansir dari Reuters, kendaraan-kendaraan tersebut masuk melalui jalur perbatasan Suhailah di provinsi Dahuk dan menuju kawasan Kurdi.

Laporan Reuters tidak menyinggung jumlah serdadu AS yang telah meninggalkan Suriah.

Pada hari Senin kemarin (21/10), Mark Esper (menhan AS) mengumumkan, Pentagon berencana menempatkan sejumlah serdadu AS di utara Suriah untuk menjaga ladang-ladang minyak. Tujuannya adalah agar ladang minyak itu tidak jatuh ke tangan ISIS atau kelompok teroris lainnya.

Baca: Amerika Akan Siagakan Pasukannya Dekat Ladang Minyak di Suriah

Padahal pada hari Sabtu (19/10) sebelumnya, Esper mengaku akan memindahkan seribu serdadu AS di Suriah ke barat Irak.

Terkait hal ini, dewan kegubernuran Nainawa mengumumkan, tentara AS yang telah meninggalkan Suriah akan ditempatkan di pangkalan al-Qayarah.

Donald Trump menjadi sasaran kritik pedas para mantan perwira militer AS, Partai Demokrat, bahkan dari sejumlah anggota Partai Republik. Banjir kritik ini adalah imbas dari keputusannya untuk menarik pasukan AS dari utara Suriah.

Keputusan untuk menarik pasukan AS dari Suriah diumumkan pertama kali oleh Trump di akhir-akhir tahun 2018. Keputusan ini berujung pada pengunduran diri James Mattis dari posisi menhan.

Mattis lalu digantikan Esper, yang kini terjebak di pusaran salah satu keputusan paling kontroversial Trump terkait kebijakan luar negeri. (af/alalam)

Baca Juga:

Tahanan Palestina di Saudi Diinterogasi Interogator Asing

Menlu Iran: Saya Siap Kunjungi Riyadh untuk Satukan Perbedaan

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*