Teheran,LiputanIslam.com-Setelah menjatuhkan sanksi atas menteri luar negeri Iran, kini kementerian luar negeri AS meminta agar akun-akun Mohammad Javad Zarif diblokir.

Melalui surat yang ditujukan kepada Twitter, Facebook, dan Instagram, kemenlu AS mengumumkan akan memblokir semua laman medsos milik Zarif.

Pemberlakuan sanksi dan pemblokiran akun medsos ini dilakukan oleh negara yang mengklaim sebagai pendukung kebebasan berpendapat dan kebebasan media.

Baca: Menlu Iran Jelaskan Ihwal Penolakannya Diundang ke Gedung Putih

Dalam statemen kemenlu AS disebutkan, sanksi atas Zarif didasari pada perintah eksekutif Donald Trump (presiden AS) beberapa waktu lalu yang menjatuhkan sanksi atas kantor Ayatullah Ali Khamenei (pemimpin Iran) beserta orang-orang dan lembaga yang terkait dengannya.

Sebelum ini, Zarif menjelaskan bahwa sanksi atas dirinya berhubungan dengan keengganannya bertemu seorang senator AS.

“Kedatangan saya ke AS adalah untuk PBB, bukan lawatan untuk AS. Saat berada di New York, saya diberitahu jika saya menolak pertemuan dengan senator AS tersebut, saya akan dijatuhi sanksi dalam dua pekan ke depan. Alhamdulilah saya menolak bertemu, dan akhirnya dijatuhi sanksi,”kata Zarif.

Saat diwawancarai New York Times, menlu Iran juga bicara soal kemungkinan dirinya dijatuhi sanksi oleh Washington. Zarif menyatakan, dirinya tidak risau soal sanksi AS, sebab dia dan keluarganya tidak punya rekening di luar negeri.

“Iran adalah seluruh hidup dan satu-satunya komitmen bagi saya. Sebab itu, saya tak bermasalah jika dijatuhi sanksi,”tandasnya. (af/alalam)

Baca Juga:

Trump: Iran Sangat Berhasrat Berunding dengan AS

Kamalvandi: Pengurangan Komitmen Iran pada JCPOA akan Masuki Babak Ketiga

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*