Washington,LiputanIslam.com-Presiden AS melalui akun Twitter-nya pada hari Kamis (8/8) mengklaim, Iran sedang dihimpit kesulitan finansial parah, sehingga Teheran sangat berhasrat untuk berunding dengan Washington.

“Namun orang-orang Iran menerima pesan-pesan kontradiktif dari pihak-pihak yang mengaku sebagai wakil kami, seperti Emmanuel Macron,”cuit Donald Trump.

“Saya tahu bahwa seperti halnya orang-orang lain, Macron berniat baik. Namun, tak ada siapa pun, selain AS sendiri, yang berhak bicara atas nama AS. Tak seorang pun punya hak untuk mewakili pihak kami dengan cara apa pun,”imbuhnya.

Baca: Kebohongan Besar Perang AS Melawan ISIS

Klaim AS bahwa Teheran ingin berunding dengan Washington telah ditolak mentah-mentah sebelum ini.

Mohammad Javad Zarif (menlu Iran) beberapa waktu lalu berkomentar soal kemungkinan perundingan Teheran-Washington. Dia mengatakan, Iran tak pernah meninggalkan meja perundingan, namun AS-lah yang angkat kaki dari perundingan.

“Hingga Maret 2018, AS masih hadir di pertemuan komisi gabungan 5+1 JCPOA. Mereka sendiri yang meninggalkan meja perundingan. Dan sekarang, mereka berbohong siap untuk berunding guna mengelabui opini,”kata Zarif.

“Perundingan tidak selaras dengan terorisme. Mereka sendiri (AS) mengaku tidak mau berunding dengan teroris. Jadi, kami juga tak akan berunding dengan pihak yang melancarkan terorisme ekonomi terhadap rakyat Iran,”tandasnya. (af/alalam)

Baca Juga:

AS Tuding Iran Kacaukan Jaringan Pelayaran

Soal ISIS: Amerika, Sudahlah!

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*