Damaskus,LiputanIslam.com-Dilansir dari The Guardian, tentara Rusia berpatroli di kawasan antara pemberontak Suriah (yang didukung Turki) dan tentara Suriah di sekitar Manbij.

Perkembangan ini disebut The Guardian sebagai sinyal bahwa Moskow telah menjadi kekuatan penengah di kawasan usai keluarnya pasukan AS dari Suriah.

“Kemarin mereka (pasukan AS) ada di sini, dan hari ini kami yang berada di sini. Kita akan melihat bagaimana mereka hidup dahulu dan apa saja yang mereka lakukan,”ujar Oleg Blokhin, seorang jurnalis Rusia.

Baca: Gara-gara Invasi Turki ke Suriah, Trump Umumkan Darurat Nasional di AS

Bendera Suriah telah dikibarkan di kota Manbij dan Kobani menyusul dijalinnya kesepakatan antara milisi Kurdi dengan pemerintah Damaskus. Ini adalah kali pertama setelah bertahun-tahun tentara Suriah dan Rusia kembali ke kawasan itu.

Meski ada kemungkinan akan kehilangan kawasan semiotonom ini, para petinggi Kurdi menjalin kesepakatan dengan pemerintah Suriah dengan mediasi Rusia guna memperkuat pertahanan di perbatasan.

Alexander Lavrentyev (wakil Rusia untuk urusan Suriah) pada hari Selasa (15/10) menegaskan, Moskow menentang keras operasi militer Turki di utara Suriah. Menurutnya, Rusia tak akan membiarkan bentrokan langsung terjadi antara tentara Suriah dan Turki. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Soal Suriah, Menlu Lebanon Mendapat Lampu Hijau dari Negara-negara Arab

Putin: Cuma Rusia yang Miliki Senjata Hipersonik

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*