Washington,LiputanIslam.com-Penolakan Inggris untuk mengikuti kebijakan ekstrem Donald Trump membuat para analis dan pakar politik mencemaskan masa depan hubungan kedua negara.

“Ketika AS dan sekutu terdekatnya (Inggris) tidak bisa sepakat soal topik fundamental ini, itu merupakan pertanda yang menakutkan,”kata Ilan Goldenberg kepada The Hill.

Baca: AS Ingin Terlibat dalam Negosiasi Pembebasan Tanker Inggris

Goldenberg menyinggung statemen Mike Pompeo (menlu AS) beberapa hari lalu bahwa Inggris harus menjaga kapal-kapal mereka sendiri. “Statemen ini menunjukkan sejauh apa hubungan AS-Inggris saat ini,”kata mantan pejabat kemenlu AS tersebut.

Dia berpendapat, para sekutu AS khawatir jika partisipasi mereka dalam koalisi kelautan AS akan berujung pada konfrontasi dengan Iran.

“Mereka cemas, jika terjadi kekeliruan dalam sebuah operasi, semisal penjagaan terhadap kapal-kapal Inggris, AS akan melibatkan mereka dalam konflik dengan Teheran,”ujarnya.

Jon Alterman juga mengatakan kepada The Hill, bahwa keterlambatan Inggris dalam  bergabung ke patroli maritim AS menunjukkan kesenjangan yang terus bertambah antara Washington dan sekutunya terkait isu Iran.

Alterman berpendapat, keraguan para sekutu AS bahwa Washington akan membantu mereka saat Iran akan membalas dendam, menciptakan perbedaan pandangan di antara mereka.

Adam Kinzinger (anggota Komite Luar Negeri Majelis Perwakilan AS) juga mengkhawatirkan tanda-tanda perbedaan sikap antara AS dan sekutunya terkait Iran. “Jika ini memang benar, ini merupakan pertanda buruk,”akunya. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Trump: Kami akan Segera Merespon Kebodohan Macron

Tel Aviv Peringatkan agar Riyadh Tidak Menghukum Blogger Pro-Israel

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*