TelAviv,LiputanIslam.com-Pekan lalu Muhammad Saud (blogger asal Saudi) mengunjungi Tanah Terjajah bersama rombongan awak media atas undangan kemenlu Israel. Saat melawat ke al-Quds (Yerusalem), dia diusir warga Palestina lantaran dianggap mendukung Rezim Zionis.

Diusirnya Saud dan kemarahan warga Arab, terutama Palestina, kepada dirinya mendorong Raja Salman memberi instruksi agar “kewarganegaraan Saud dicabut.” Pemerintah Saudi mengklaim, perilaku dan statemen blogger itu ‘tidak sejalan dengan warga Saudi lainnya.’

Baca: Israel Dukung Penulis Saudi yang Kecam Anak-anak Pemberani Palestina

Dilansir oleh harian Israel, Maariv, Sabtu kemarin (27/7), Tel Aviv mengirim pesan ke Riyadh agar Saud tidak dihukum atas statemen dan sikapnya saat berada di Tanah Terjajah.

Menurut Maariv, pemerintah Saudi berniat menjatuhkan hukuman kepada Saud atau mengeluarkannya dari universitas.

Harian ini mengabarkan, Rezim Zionis memperingatkan bahwa hukuman atas Saud bisa memengaruhi hubungan Tel Aviv-Riyadh di masa depan.

Dalam lawatan ke Tanah Terjajah, Saud bertemu dengan sejumlah tokoh Zionis radikal. Salah satunya adalah Yehuda Glick, rabi dan mantan legislator Partai Likud di parlemen. Glick kerap menuntut agar Masjid Aqsha dirubuhkan dan diganti dengan Kuil Solomon.

Saud dalam wawancara dengan media-media Rezim Zionis menyatakan, dirinya mencintai Israel dan menganggap warganya sebagai keluarga.

Saud juga menyatakan dukungannya terhadap Benyamin Netanyahu dan putra radikalnya, Yair. Yair melalui medsos berkali-kali meminta agar warga Arab dan Muslim diusir dari Palestina. (af/fars)

Baca Juga:

Palestina versus Arab Saudi

Israel Mulai Proyek Penghancuran Rumah Palestina di Yerussalem

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*