LiputanIslam.com-Pada hari Minggu kemarin (21/7), sekitar 1.500 orang dari berbagai kalangan yang berasal dari 49 komunitas yang peduli terhadap sampah plastik mengadakan pawai akbar menolak penggunaan sampah plastik, khususnya plastik sekali pakai.

Pawai tersebut diadakan pada gelaran car free day (CFD) yang rutin dilaksanakan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Mereka melakukan pawai dengan mengarak monster plastik raksasa yang tingginya mencapai empat meter dari sejak Bundaran HI hingga Taman Aspirasi, Silang Monas, yang berhadapan dengan Istana Negara. Pawai ini dilakukan untuk menyadarkan masyarakat dan pemerintah untuk segera mengambil kebijakan dalam mengurangi sampah plastik yang makin menumpuk di Indonesia.

Indonesia tercatat sebagai negara produsen sampah plastik yang sangat tinggi di dunia. Data Bank Dunia tahun 2018 menyebutkan Indonesia menghasilkan 60 juta ton sampah, 15 persennya merupakan sampah plastik yang membanjiri daratan dan akhirnya bermuara ke lautan Indonesia.

Saat ini mikroplastik yang ada di air laut Indonesia jumlahnya ada di kisaran 30 hingga 960 partikel/liter. Keberadaan mikroplastik di dalam air laut Indonesia, jumlahnya sama dengan jumlah mikroplastik yang ditemukan di air laut Samudera Pasifik dan Laut Mediterania. Keberadaan mikroplastik di laut Indonesia tak ubahnya seperti monster mini yang setiap saat merusak ekosistem di dalamnya. Keberadaan mikroplastik, harus segera ditangani untuk mencegah kerusakan yang lebih luas lagi di dalam laut.

Baca juga: Butuh Kiat Khusus Tangani Sampah

Setiap tahunnya manusia menggunakan plastik hingga sebanyak 78 juta ton. Dari jumlah tersebut, hanya dua persen saja yang dilakukan daur ulang dan sebanyak 32 persen diketahui masuk ke dalam ekosistem darat yang kemudian masuk ke dalam laut.

Monster plastik dalam pawai menyimbolkan bahaya yang mengancam bumi. Pawai dilaksanakan untuk mengajak masyarakat umum mendeklarasikan komitmen anti sampah plastik dalam keseharian. Tingkat daur ulang sampah khususnya plastik di Indonesia masih sangat rendah, sehingga harus ada tindakan nyata dari produsen dan Pemerintah untuk mengendalikan suplai plastik sekali pakai. Dengan cara menerapkan ekonomi sirkuler yaitu konsep penggunaan kembali (reuse). Konsep tersebut, diyakini bisa mengurangi sampah plastik di seluruh Indonesia, terutama Jakarta. Setiap harinya Jakarta menghasilkan 2.520 monster plastik seperti itu dari sampah yang dihasilkan oleh masyarakat.

Pawai akbar tersebut dilaksanakan untuk mengajak masyarakat mendeklarasikan komitmen anti sampah dalam keseharian, misalnya komitmen untuk menolak kantong kresek sekali pakai, menolak sedotan plastik, memilih produk curah ketimbang sachet, memilah sampah di rumah, dan membersihkan sampah plastik layak daur ulang sebelum membuangnya. Semua tindakan tersebut lebih efektif dan berdampak besar karena langsung dilakukan masyarakat sebagai pengguna plastik.

Dalam pawai tersebut pun mereka membuat deklarasi bersama yaitu pertama, mendesak Pemerintah untuk melarang plastik sekali pakai dan memberlakukan secara nasional. Kedua, mendesak Pemerintah untuk memperbaiki sistem tata kelola sampah, berupa penegakkan sistem pemilahan dari sumber hingga akhir, dan mendukung kemasan dalam negeri yang pro lingkungan, pro kearifan lokal, dan bebas plastik.

Ketiga, mendesak kepada produsen dan pelaku usaha untuk bertanggung jawab atas sampahnya dengan cara mengambil kembali sampah kemasan yang dihasilkannya, berinovasi dalam merancang kemasan plastik agar lebih mudah dipakai ulang, dan berinovasi dalam sistem pengiriman produk agar tidak mengandalkan plastik.

Sebagai gantinya, mereka menyarankan penggunaan produk ramah lingkungan, seperti tas kain dan botol minum (tumblr). Hal itu, selain menghentikan produksi sampah plastik, juga membangkitkan ekonomi kerakyatan dari produksi yang ramah lingkungan.

Selain meminta masyarakat dan pemerintah, mereka pun meminta para industri turut mendukung misi pengurangan plastik sekali pakai. Ia berharap agar perusahaan-perusahaan yang masih menggunakan plastik sekali pakai dapat menarik kembali dan mengolah sampah plastik yang sudah dikumpulkan oleh masyarakat. Plastik sekali pakai adalah monster yang sangat jahat dan bisa mengancam keberlanjutan bumi. plastik adalah materi kuat yang tahan ratusan tahun, tapi malah dirancang untuk dipakai hanya 30 menit lalu dibuang. (Ay/Mongabay)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*