Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Wawancara

Bashar al-Assad: Kami Tawarkan Amnesti, Asal…

Published 31/01/2015 9 Min Read
Share
9 Min Read
SHARE

AssadInterview2LiputanIslam.com — Perang Suriah telah berlangsung selama empat tahun, dan tak terlihat tanda-tanda akan segera berakhir. Bagaimana sikap pemerintah Suriah hari ini? Adakah kemungkinan perang ini akan diselesaikan melalui jalur politik? Berikut ini adalah wawancara antara Jonathan Tepperman dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad, seperti dilansir Foreign Affairs.

Jonathan Tepperman (JT): Jika tidak salah, perwakilan PBB Staffa de Mistura sekarang berada di Suriah. Mereka mengusulkan gencatan senjata sementara di Aleppo, apakah Anda setuju dengan hal itu?

Bashar al-Assad (BA): Tentu saja. Kami telah melakukan itu sebelum de Mistura menjalankan misinya. Kami melakukan hal tersebut di Homs, dan kota besar lainnya. Implementasinya telah dilakukan pada skala yang lebih kecil, katakanlah di pinggiran kota, desa, atau sejenisnya. Jadi ide ini sangat bagus, tetapi tergantung pada detailnya seperti apa. De Mistura datang ke Suriah dengan sebuah headline (misi-red). Kami sepakat dengan headline-nya, dan sekarang kami menunggu dia menjelaskan secara detail, katakanlah dari A hingga Z. Kami telah mendiskusikan ini.

JT: Dulu, Anda bersikeras bahwa pra-kondisi untuk gencatan senjata adalah bahwa pihak pemberontak yang harus meletakkan senjata mereka pertama kali. Ke depan, apakah syarat tersebut masih berlaku?

BA: Kami memilih skenario yang berbeda atau rekonsiliasi yang berbeda. Di beberapa daerah, kami memungkinkan mereka untuk meninggalkan daerah untuk mencegah korban di kalangan warga sipil. Mereka meninggalkan  wilayah tersebut dengan persenjataan mereka. Di tempat  lain, mereka menyerah, dan meletakkan persenjataan mereka. Hal ini tergantung pada apa yang mereka tawarkan dan apa yang Anda tawarkan.

JT: Saya tidak memahami jawaban Anda. Apakah Anda bersikeras bahwa mereka harus meletakkan senjata?

BA: Tidak. Bukan itu maksud saya. Di beberapa daerah, kadang mereka meninggalkan lokasi dengan tetap membawa senjatanya.

JT: Apakah Anda optimis dengan pembicaraan di Moskow?

BA: Apa yang terjadi di Moskow bukanlah negosiasi untuk mencari solusi; itu hanya persiapan untuk konferensi.

JT:  Jadi, hanya bicara tentang sebuah dialog?

Mc Cain dan pemberontak Suriah
Mc Cain dan pemberontak Suriah

BA: Tepat, cara mempersiapkan diri untuk menggelar dialog. Jika Anda mulai berbicara tentang konferensi, maka, apa prinsip-prinsip konferensi? Saya akan kembali ke titik yang sama. Sejujurnya, beberapa kelompok adalah boneka dari negara-negara asing. Mereka harus melakukan agenda tersebut, dan saya tahu bahwa banyak negara, seperti Perancis, tidak memililiki kepentingan untuk menjadikan konferensi tersebut berhasil. Jadi mereka hanya akan memerintahkan agar konferensi itu gagal.

Ada pihak yang hanya mewakili diri sendiri, dan tidak mewakili siapapun di Suriah. Beberapa dari mereka tidak pernah tinggal di Suriah, dan tidak tahu apa-apa tentang negara ini. Tentu saja, Anda juga akan menemukan sosok lain yang bekerja untuk kekepentingan nasional. Jadi, ketika Anda berbicara tentang oposisi sebagai suatu kesatuan, maka, siapa yang memiliki pengaruh terhadap yang lain? Itulah pertanyaannya.

Ini semua belum jelas, jadi sikap optimis rasanya berlebihan. Tapi saya tidak mengatakan bahwa saya pesimis. Saya katakan, kami memiliki harapan dalam setiap langkah yang diambil.

JT: Tampaknya dalam beberapa hari terakhir, AS mendukung dialog yang digelar di Moskow, padahal awalnya tidak. Kemarin, Menteri Luar Negeri AS John Kerry menyatakan sesuatu yang menunjukkan bahwa AS mengharapkan ada kemajuan dari dialog.

BA: Mereka selalu mengatakan banyak hal, tapi tidak ada yang akan mereka lakukan. Dan Anda tahu, ada ketidak-percayaan antara Suriah dan AS. Jadi kita tunggu dan lihat apa yang akan terjadi dalam konferensi.

JT: Jadi menurut Anda, apa cara terbaik untuk mencapai semua kesepakatan antara semua pihak yang berbeda di Suriah?

BA: Untuk mencapai kesepakatan dengan semua pihak, maka harus berhubungan langsung dengan para pemberontak. Namun di sini ada dua jenis pemberontak. Saat ini mayoritas adalah kelompok yang teraffiliasi dengan al-Qaeda, yaitu ISIS dan al-Nusra, ada juga faksi lainnya yang serupa (terkait al-Qaeda) tapi dengan kekuatan yang lebih kecil.

Sisanya, adalah kelompok yang disebut oleh Obama sebagai ‘fantasy’, atau yang disebut sebagai pemberontak moderat. Tapi mereka bukanlah kelompok oposisi. Mereka pemberontak. Sebagian besar dari mereka bergabung dengan al-Qaeda, dan beberapa dari mereka bergabung kembali dengan tentara Suriah baru-baru ini. Selama pekan lalu, banyak dari mereka meninggalkan kelompok-kelompok tersebut dan kembali sebagai tentara Suriah.

JT: Apakah mereka ini adalah mantan pembelot yang kembali?

BA: Ya, mereka kembali menjadi tentara. Mereka mengatakan, “Kami tidak ingin bertarung lagi.” Jadi yang tersisa dari mereka (kelompok moderat-red) sangat sedikit.

Pada akhirnya, bisakah Anda bernegosiasi dengan kelompok al-Qaeda, dan sejenisnya? Mereka tidak akan bisa diajak berdialog, dan mereka punya rencana  sendiri. Rekonsiliasi yang kami dan Mr. De Mistura mulai adalah solusi praktis di lapangan. Ini langkah pertama.

Kedua, Anda harus melaksanakan resolusi dari Dewan Keamanan PBB no 2170 tentang al-Nusra dan ISIS. Resolusi yang dikeluarkan bulan lalu ini telah begitu jelas, yaitu mencegah/ melarang siapapun untuk mendukung militan ini, baik secara militer (misalnya melatih mulitan-red), finansial, ataupun logistik. Namun hal ini masih dilakukan oleh Turki, Arab Saudi dan Qatar.

Jika resolusi ini tidak dipatuhi, maka kita tidak bisa berbicara tentang sebuah solusi, karena akan selalu ada kendala selama mereka masih menghamburkan uang (untuk membiayai militan-red).

Ketiga, negara-negara Barat harus menghapus payung hukum/ perlindungan terhadap kelompok yang masih mereka sebut sebagai ‘oposisi moderat’. Mereka tahu yang kami hadapi adalah kelompok ISIS dan al-Nusra.

JT: Apakah Anda siap untuk mengambil langkah-langkah guna membangun kepercayaan sebelum dilangsungkannya dialog? Sebagai contoh, pertukaran tawanan, mengakhiri penggunaan bom barrel, atau melepaskan tahanan politik, dalam rangka membangun kepercayaan – bahwa Anda memang bersedia (dan serius-red) bernegosiasi dengan itikad yang baik?

BA: Ini bukanlah sebuah hubungan personal, melainkan ini adalah tentang mekanisme. Dalam politik, Anda hanya perlu berbicara tentang mekanisme. Anda tidak harus percaya pada seseorang untuk melakukan sesuatu. Jika Anda memiliki mekanisme yang jelas, maka hasil akan tercapai.

Itulah yang diinginkan oleh orang-orang (yang melakukan negosiasi-red). Jadi pertanyaannya adalah, bagaimana kami menempatkan mekanisme tersebut? Maka kita akan kembali pada pertanyaan sebelumnya: Siapakah mereka? Apa yang mereka wakili? Apakah mereka memiliki pengaruh? Apa gunanya membangun kepercayaan terhadap orang-orang yang tidak berpengaruh?

JT: Ketika dua pihak datang bersama, membangun kepercayaan seringkali sangat berguna bagi satu sama lain untuk mencapai kesepakatan, dengan mengambil opsi  yang ditawarkan oleh salah satu pihak untuk menurunkan ketegangan. Langkah-langkah diatas yang saya sebutkan akan berpengaruh…

Emad Fa'aas, seorang mantan pemberontak yang kini berjualan es krim. Foto: http://www.latimes.com/world/middleeast/la-fg-syria-former-rebels-20140718-story.html
Emad Fa’aas, seorang mantan pemberontak yang kini berjualan es krim. Foto: http://www.latimes.com/world/middleeast/la-fg-syria-former-rebels-20140718-story.html

BA: Anda menghendaki sesuatu yang konkret, yaitu rekonsiliasi. Orang-orang menyerah dan meletakkan senjata, dan kami memberikan mereka amnesti, lalu mereka hidup normal kembali. Ini adalah contoh yang nyata. Inilah ukuran kepercayaan. Di sisi lain, apa hubungan antara oposisi dengan para tahanan? Tidak ada hubungan apapun. Tahanan ini bukanlah bagian dari kelompok mereka. Jadi ini adalah dua hal yang berbeda.

JT: Jadi, Anda menawarkan amnesti kepada para petempur?

BA: Ya, tentu saja, dan kami melakukannya berkali-kali.

JT: Seberapa banyak?

BA: Saya tidak memiliki angka yang tepat, tapi yang jelas bukan ratusan, tetapi ribuan militan.

JT: Dan apakah Anda siap untuk menyerukan pada seluruh oposisi, “Jika Anda meletakkan senjata, maka Anda akan aman.”

BA: Ya, saya telah menyatakan hal itu secara terbuka dalam salah satu pidato saya.

JT: Dan bagaimana Anda bisa menjamin keselamatan mereka? Karena mereka memiliki alasan untuk tidak percaya pemerintah Anda.

BA: Tidak ada. Tetapi pada akhirnya, mari kita sepakati bahwa jika lebih dari 50 persen berhasil (militan yang mendapatkan amnesti bisa hidup dengan aman-red), maka lebih dari 50 persen orang-orang yang berada dalam kondisi yang sama juga akan berhasil. Begitulah. Tidak ada angka yang mutlak. Anda mungkin memang harus mempertimbangkan beberapa aspek negatif, tetapi itu bukanlah aspek utama. (ba)

—

Previous…|| Next…

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Berita Video

Wawancara dengan Media Iran, Jubir Taliban: Takfiri Bahaya Besar bagi Dunia Islam

By Muhammad
Timur Tengah

Pemimpin Hamas: Jasa Jenderal Soleimani Terlihat dalam Kemenangan Palestina

By Muhammad
Analisis

Pembubaran Paksa dan Pelarangan Peringatan Asyura adalah Pelanggaran Hukum dan HAM

By Farid
Analisis

Orang Syiah Sering Dipersekusi Saat Memperingati Asyura, Begini Tanggapan Habib Husein Alkaf

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account