Wawancara dengan Media Iran, Jubir Taliban: Takfiri Bahaya Besar bagi Dunia Islam

0
1292

Teheran, LiputanIslam.com –  Wartawan Al-Alam telah mengadakan wawancara dengan Jubir Taliban Zabihullah Mujahid dengan hasil yang dimuat di situs media yang berbasis di Iran  tersebut pada tanggal  30 Agustus 2021. Dalam wawancara ini Mujahid antara menegaskan bahwa Israel adalah “kangker” bagi tubuh dunia Islam, dan bahwa takfiri atau pengkafiran terhadap sesama Muslim yang tak sefaham oleh kaum radikalis merupakan bahaya besar bagi dunia Islam

Berikut ini adalah video dan teks wawancara tersebut;

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum wr. wb. Kami hari ini mengadakan wawancara eksklusif dengan jubir resmi gerakan Taliban, Tuan Zabihullah Mujahid. Assalamualaikum. Selamat berjumpa.

Walaikum salam wr. wb

Sebagian orang mengatakan bahwa retorika Taliban sekarang berbeda dengan 20 tahun silam. Apakah Anda menerima apa yang mereka katakan dalam hal ini?

Bismillahirrahmanirrahim. Saya berterima kasih atas kunjungan Anda dan wawancara ini. Perubahan ini adalah menuju kesempurnaan dan peningkatan. Perubahan ini alamiah dan bisa terjadi pada kelompok dan sistem apapun. Jika kita meninjau pengalaman dan cara yang ada maka tak syak lagi kita akan melihat bahwa pengalaman kami makin banyak dalam tatacara bergaul dengan orang. Dalam dalam pemerintahanpun kami lebih tertata dibanding sebelumnya.

Jika kita hendak menjelaskan hal ini maka inilah yang benar. Tapi jika jika hendak berbicara mengenai prinsip dan dasar maka prinsip dan dasar kami tak berubah. Dulu kami Muslimin dan setelah itupun kami tetap Muslimin. Perjuangan kami bertujuan luhur untuk keamanan negeri kami dan membangun pemerintahan yang Islami.

Bagaimana tipe pemerintahan yang akan diandalkan Taliban di masa mendatang?

Pertama, kami di Afghanistan menginginkan pemerintahan yang disukai. Kedua, pemerintahan yang melayani rakyat. Ketiga, pemerintahan yang tangguh, terpusat dan Islami.  Tiga syarat ini harus terpenuhi. Pemerintahan harus kuat dan tidak menjadi masalah bagi beberapa pihak dan membuat mereka berselisih, dan harus Islami.

Demi cita-cita Islami ini rakyat di Afghanistan terjun ke medan perang selama 40 tahun. Karena itu undang-undang harus Islami, dan harus komprehensif, menyatukan bangsa Afghan serta merespon semua kebutuhan negara.

Dapatkah Anda menggambarkan kepada kami pemerintahan mendatang itu, mirip dengan pemerintahan apa jika hendak diserupakan  dengan pemerintahan kontemporer ataupun klasik?

Pemerintahan di setiap negara dibentuk sesuai kebutuhan nasional dan sesuai apa yang dikehendaki bangsa masing-masing. Dalam beberapa hari mendatang kita semua akan melihat pemerintahan ini, insya Allah. Diskusi masih berlanjut, dan kita memiliki dua atau tiga instrumen untuk bekerja dalam rangka ini.

Para pemimpin kami akan menentukan mana instrumen yang sesuai untuk pemerintahan. Kita akan melihat beberapa hari lagi, dan nanti akan jelas pemerintahan ini bagi semua orang.

Bagaimana peran rakyat dalam pemerintahan Anda?

Rakyat dalam pemerintahan kami akan memiliki hak, suara mereka akan didengar melalui majelis permusyawaratan dan berbagai institusi lain.  Rakyat akan menjadi pendukung pemerintah dan sistem mendatang, dan pada gilirannya pemerintah akan bertanggungjawab di depan rakyat.

Bagaimana berbagai suku dan mazhab berperan dalam pemerintahan Anda?

Keragaman suku dan mazhab di Afghanistan adalah bagian dari keindahan di negeri kami. Kami memiliki beragam suku dan mazhab, yang sudah sekian lama

hidup tentram dan berdampingan satu sama lain sebagai saudara. Kami ingin tetap demikian sebagai saudara. Sebagai sesama Muslim Afghanistan kita akan bergaul satu sama lain, dan mereka akan memiliki peran yang sama dan setara, dan hak mereka akan terjaga.

Sejauh mana perempuan akan berpartisipasi dalam pemerintahan?

Pemerintahan mendatang akan menyusun undang-undang yang terkait dengan perempuan. Pemerintahan akan memberi mereka hak sesuai ketentuan Islam. Kami mengindahkan segala yang diperkenankan oleh Islam untuk mereka, dan itu akan kami berikan kepada mereka.

Mengenai sejauh mana peran mereka di ijtimak pemerintahan dan politik maka ini akan dimuat dalam konstitusi yang akan terbentuk usai diskusi di negara ini.

Apa gerangan yang terjadi di kota Mazar-i Sharif 20 tahun silam. Kita memiliki beragam versi (kasus pembunuhan para diplomat Iran). Bagaimana sesungguhnya kasus ini?  Sebagian orang meyakini Talibanlah pembuatnya.

Kami menolak apa yang terjadi kala itu, dan sekarangpun kami menolaknya. Kami konsisten pada pendapat kami. Apa yang terjadi itu tidak dilakukan secara disengaja oleh pasukan kami , dan tidak diketahui siapa yang melalukannya. Kami saat itu memasuki tahap baru di mana sebagian mujahidin bersenjata datang dari berbagai negara.

Mereka datang ke Afghanistan untuk jihad bersama kami. Sebagian mereka masuk ke barisan kami. Peristiwa ini dibuat oleh lingkaran sempit intelijen untuk melempar fitnah dan mengacaukan hubungan kami dengan pihak-pihak lain kala itu.

Sayang sekali, kami saat itu dalam kondisi perang,  tidak tahu siapa pembuat kejahatan ini dan bagaimana dibuat. Sekarang saya katakan bahwa militan bersenjata di Emirat Islam tak akan pernah mengusik para diplomat dan lembaga-lembaga internasional lain yang ada di Afghanistan.

Kali ini kita melihat berbagai kedubes terlindungi, kediplomatan mereka terjaga penuh.  Ini menunjukkan bahwa kebijakan kami dahulu juga demikian, sedangkan apa yang terjadi saat itu adalah pengecualian.

Bagaimana Anda memandang AS setelah perang 20 tahun?

Perlakuan kami akan timbal balik. Jika AS ingin menjalin hubungan diplomatik dengan kami maka ini akan terjadi berdasar hukum internasional di jalur diplomasi. Jadi kami juga akan berinteraksi dengan mereka secara mutual. Kami berharap tak ada negara manapun yang memusuhi Afghanistan.

Kami ingin bekerjasama di semua bidang diplomatik, ekonomi dan perdagangan dengan masyarakat internasional, mereka tidak berkonfrontasi dengan kami,  dan sejak saat ini kamipun tak akan berkonfrontasi dengan siapapun.

Bagaimana Emirat Islam (Afghanistan) memandang Israel?

Israel, sayang sekali, merupakan tumor dalam tubuh Muslimin. Ini adalah isu keislaman, kami sepakat dengan masyarakat Islam dalam poin kolektif ini.  Kami memandang Israel sebagai rezim yang menduduki Palestina, dan terus menduduki tanah-tanah Palestina, sayang sekali.

Kezaliman orang-orang Israel terhadap Palestina berlanjut sampai sekarang. Beberapa bulan lalu kita melihat tragedi kemanusiaan di Gaza, yang Muslimin tak tahan melihatnya. Ini adalah isu bersama Islam, dan semua Muslimin harus bersatu dalam urusan ini.

Bagaimana pendapat Anda tentang Al-Qaeda?

Sejak tahun 2001 Afghanistan mendapat serangan dari AS. Kawanan bersenjata Al-Qaeda yang bercokol di Afghanistan kabur dari Afghanistan akibat perang ini, tak adanya keamanan, dan adanya perbedaan bahasa dengan masyarakat Afghanistan. Setelah terjadi aneka peristiwa yang menghantam negara-negara Arab beberapa tahun lalu mereka dapat pulang ke negara-negara asal mereka.

Sekarang kami tak melihat pertanda adanya kawanan bersenjata Al-Qaeda, dan sudah lama kami tak berkomunikasi dengan mereka. Kami tak memandang Al-Qaeda sebagai problema yang dihadapi Afghanistan.

ISIS bertanggungjawab atas ledakan berdarah pada hari Kamis yang menyasar salah satu gerbang Bandara Kabul. Anda masih menyelidikinya. Jika terbukti ISIS pelakunya maka bagaimana Anda akan berinteraksi dengan Taliban?

Perkenankan saya jelaskan dulu perkaranya, yaitu bahwa ISIS yang ada di Afghanistan bukalan ISIS yang bercokol di Irak dan Suriah.  Mereka adalah orang-orang Afghan yang mengambil pikiran-pikiran ISIS di Irak dan Suriah. Sekarang situasi politik sudah berubah di negara ini (Afghanistan).

Okupasi AS sudah berakhir dan akan dibentuk pemerintahan Islam, sehingga tak akan ada lagi alasan bagi siapapun untuk mengadopsi pikiran ISIS,  atau bertaklid kepadanya, atau menjalankan operasinya di sini. Dan ini tak diterima oleh masyarakat kami. Karena itu kami mengajak mereka untuk berhenti

dari aksi-aksi demikian. Bisa jadi sebagian mereka adalah orang Afghan tapi memiliki pikiran-pikiran Barat di negeri ini,  dan jika mereka melanjutkan aksi-aksi itu maka mereka akan dilawan dan dicegat oleh orang-orang Afghan.

Apakah Anda mengkafirkan pihak-pihak lain, dan bagaimana logika Taliban dalam pengkafiran orang lain?

Tidak, kami bermazhab Hanafi. Imam Abu Hanifah ra tak memiliki pendapat yang mengkafirkan orang lain, terutama Muslimin.  Kami menyebut orang yang meyakini prinsip-prinsip Islam sebagai Muslimin. Mengenai pengkafiran, kami sensitif (berhati-hati) dalam masalah ini.

Imam Abu Hanifah adalah teladan kami dalam masalah ini. Beliau bahkan berwasiat bahwa jika kekafiran seseorang terbukti 99% dan keislamannya masih tersisa 1% maka kami tetap menyebutnya Muslim dan tak mengkafirkannya. Paham takfiri bukan bagian dari keyakinan kami.

Ini adalah fenomena sangat berbahaya di dunia Islam, yang muncul pada sebagian ekstremis, dan fenomena ini tak ada pada kami.

(mm/sahara)

DISKUSI: