Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

Sejumlah Organisasi Pemuda Islam akan Tuntaskan Isu Jilbab

Published 15/04/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

POLWAN-jilbab1Jakarta, LiputanIslam.com — Sejumlah organisasi pemuda Islam memutuskan menyatukan langkah menuntaskan isu jilbab. Mereka mendorong agar ada kebebasan bagi Muslimah berjilbab baik di sekolah maupun di institusi negara. Pelajar Islam Indonesia (PII), Forum Silaturahim Lembaga  Dakwah Kampus (FSLDK), dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) sepakat untuk bersama-sama menyerukan kebebasan berjilbab itu.

Ketua Pengurus Besar PII Helmy al-Djufri menuturkan, isu yang diangkat KAMMI dan FSLDK adalah jilbab polisi wanita (polwan) serta TNI sedangkan PII fokus pada jilbab pelajar. Meski targetnya berbeda, kata dia, namun isu yang diusung ketiga organisasi ini sama yaitu jilbab.

“Karena itu kami berkoordinasi untuk mendorong kebebasan berjilbab,” kata Helmy, Senin (14/4). Ketiga organisasi tersebut cepat bergerak merapatkan barisan. Rencananya, pada Selasa (15/4) ini, mereka berkonsolidasi.

Mereka menghendaki percepatan selesainya persoalan kebebasan berjilbab di Tanah Air. Sebab, sampai saat ini Polri masih belum mengizinkan polwan berjilbab. Tak hanya itu, di ranah pendidikan, puluhan sekolah negeri di Bali melarang siswi Muslim berjilbab.

Menurut Helmy, PII tak lelah mendesak lembaga-lembaga negara yang dinilai bertanggung jawab atas pelarangan jilbab di sekolah-sekolah negeri. “Kami juga menunggu kepastian audiensi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” jelasnya.

Sementara itu Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Bali telah bersedia bertemu tim advokasi jilbab pelajar Bali usai Ujian Nasional tingkat Sekolah Dasar. Puluhan ribu petisi dukungan kebebasan beragama, termasuk berjilbab juga terkumpul.

Petisi tersebut akan ditembuskan ke presiden, menteri agama, menteri dalam degeri, menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Polri, TNI, MUI, gubernur Bali, dan kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Bali.

Pengajuan petisi agar mereka tahu dan memikirkan solusi pelarangan jilbab. Sebab, dukungan sejumlah lembaga negara ini bisa membantu mengurai hambatan yang mengadang sebagian perempuan yang mau berjilbab.

Jika dalam pekan ini petisi tak memperoleh tanggapan, PII akan memenuhi janjinya, menempuh langkah hukum. Para pejabat terkait yang melalaikan hak warga negara memperoleh pendidikan tanpa diskriminasi, akan mereka gugat.

Ketua KAMMI Bidang Perempuan Irma Budiarti Sukmawati menyatakan ada  pembicaraan dengan PII dan FSLDK. “Lahir kesepakatan untuk menyuarakan kebebasan berjilbab di instansi pemerintah, sekolah, dan badan usaha milik negara,” katanya.

Selasa ini, KAMMI akan melakukan rapat koordinasi dengan FSLDK. Sementara dengan PII, konsolidasi rencananya akan berlangsung Rabu (16/4). Sejauh ini, ketiga organisasi pemuda Islam tersebut sepakat akan menggelar aksi bersama pada April.

Irma menuturkan, pelarangan jilbab masih saja berlangsung. Lama desakan penyelesaian kasus ini belum membuahkan hasil. KAMMI dan FSLDK akan membuat kebebasan berjilbab menjadi isu internasional melalui video dan rilis.

“Agar Indonesia mendapat sorotan dari luar. Di luar negeri saja, Muslimah boleh berjilbab. Mengapa ini tidak terjadi di Indonesia yang mayoritas Muslim? Ini persoalan serius,” tutur Irma. Ia menambahkan, jika mau diungkap pelanggaran kebebasan berjilbab merebak.

Tak hanya di Polri-TNI dan sekolah tetapi juga di instansi pemerintah lainnya termasuk badan usaha milik negara. KAMMI fokus pada jilbab polwan agar saat itu selesai, bisa jadi contoh bagi lembaga negara lain bahwa tidak ada alasan melarang kebebasan beragama.

Mereka juga akan melayangkan surat terbuka bagi Kapolri dan Presiden RI, Senin (13/4) malam. Ketua Komisi C Bidang Kemuslimahan FSLDK Geubrina juga akan mengangkat isu pelarangan jilbab polwan dan TNI dalam peringatan Hari Kartini.

FSLDK melihat perempuan dan negara jadi dua bagian yang sama-sama penting. “Dengan berjilbab bukan berarti tidak bisa berkontribusi membela negara bukan?” tanya Geubrina. Menurut dia, silaturahim dengan ormas Islam juga harus dijaga untuk menggalang kekuatan.(ca/republika.co.id)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account