Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

Perubahan Kata “Cina” Dianggap Tak Hapus Diskriminasi

Published 30/03/2014 2 Min Read
Share
2 Min Read
SHARE

cinaJakarta, LiputanIslam.com — Keputusan presiden tentang perubahan kata Cina menjadi Tionghoa dan Tiongkok ditanggapi berbeda sejumlah kalangan. Sebagian pihak menganggap hal itu tidak mempengaruhi diskriminasi.

“Bila tujuannya ingin menghilangkan diskriminasi, tak cukup dengan mengubah istilah,” kata Yenny saat dihubungi media, Minggu (30/3).

Bagi Yenny, mengubah sikap mental bangsa adalah hal terpenting untuk menghilangkan diskriminasi. Sikap mental yang dimaksud adalah bagaimana agar masyarakat tidak tersekat-sekat dan terkotak-kotak dengan perbedaan di antara sesama warga negara.

“Kalau mau memberi pengakuan lebih baik, biarkan orang Cina menggunakan nama asli mereka yang terdiri dari tiga suku kata itu,” kata Remy Sylado, seorang sastrawan yang mendalami dunia kehidupan masyarakat Tionghoa Indonesia, ketika ditemui di Salemba, Sabtu (29/3).

Selain itu, perubahan kata Cina menjadi Tionghoa juga menimbulkan masalah lain. “Bagaimana nasib Pondok Cina, Bidara Cina, dan pecinan? Apa harus diganti juga jadi Petionghoaan?” kata Remy.

Perubahan kata Cina menjadi Tionghoa untuk orang dan Tiongkok untuk negara Cina diatur dalam Keputusan Nomor 12 tahun 2014. Keppres ini mencabut Surat Edaran Presidium Kabinet Ampera Nomor SE-06/Pred.Kab/6/1967 tanggal 28 Juni 1967.

Perubahan itu pun ditanggapi beragam oleh masyarakat. “Secara historis, keputusan ini tepat. Ini menghapus stigma diskriminasi masa Orde Baru,” kata sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Asvi Warman Adam beberapa waktu lalu.

Menanggapi pro-kontra tersebut, Yenny mengambil posisi netral. “Kalau saya netral saja dengan perubahan itu,” kata Yenny. Meski begitu, dia bisa memahami kalau perubahan itu dimaksudkan untuk tujuan positif. Sebab pada sebagian orang ada kesan bahwa seolah-olah kata Cina itu untuk makian. “Misalnya orang bilang, ‘Cina lu’. Kata Cina di situ dipakai untuk tujuan derogatory atau hinaan,” kata dia.(ca/tempo.co)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account