Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

Perang Prioritas Dunia Arab, Antara Al-Quds dan Iran

Published 11/01/2018 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

Prioritas Al-Quds

Beberapa hari lalu Raja Abdullah II dari Yordania menegaskan bahwa kota Al-Quds (Yerussalem) merupakan “prioritas bagi semua”. Pernyataan ini mengemuka setelah ada ungkapan dari para pejabat negara lain bahwa Al-Quds bukan prioritas bagi mereka. Statemen Raja Abdullah II ini menarik karena sesuai perjanjian damainya dengan Israel, Yordania adalah negara pemegang kewenangan atas situs-situs suci Islam dan Kristen di Al-Quds.

Sebelumnya, sumber-sumber Yordania mengungkapkan bahwa Raja Abdullah II mendapat tekanan dari Arab Saudi supaya tidak menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang diselenggarakan di Istanbul pada Desember 2017 untuk mengecam keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Al-Quds sebagai ibu kota Israel.

Menurut sumber-sumber itu, Raja Abdullah II telah mendengar pernyataan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Abdulaziz (MbS) bahwa masalah yang prioritas bagi Riyadh adalah melawan Iran. Di mata Yordania, Riyadh sedemikian membutuhkan AS dalam menghadapi Iran sehingga enggan bersitegang dengan Trump, dan karena itu pula Saudi hanya mengirim delegasi tingkat menteri yang oleh media Barat disebut kelas “pinggirian” pada KTT OKI di Istanbul.

Abu Deis Sebagai Ganti Al-Quds

Dugaan akan adanya pergeseran prioritas tersebut diperkuat lagi oleh pernyataan sumber-sumber Palestina bahwa terkait dengan keputusan Trump tersebut ketua otoritas Palestina Mahmoud Abbas mendapat tekanan dari MbS supaya menerima gagasan Saudi untuk menjadikan desa Abu Dis di dekat Al-Quds sebagai ibu kota Palestina melalui kesepakatan dengan Israel.

Pendirian Saudi diikuti oleh sekutunya terdekatnya, Uni Emirat Arab. Sumber-sumber Palestina juga mengatakan bahwa Putera Mahkota Abu Dhabi Mohammad bin Zayed telah mengingatkan Abbas bahwa Arab tidak mendukung tindakannya mengundang kemarahan Trump, mengingat besarnya tingkat kebutuhan negara-negara Arab kepada Washington dalam menghadapi Iran.

Bahrain yang juga sekutu dekat Saudi juga turut membuntuti Saudi dalam menggeser prioritas dunia Arab. Menyusul keputusan Trump, Menlu Bahrain Khalid bin Ahmad menyatakan pihaknya memandang Al-Quds persoalan sekunder atau marjinal (hamisyiyah). Dia menegaskan bahwa di luar isu konflik Arab-Israel dan perebutan Al-Quds terdapat persoalan lain yang lebih penting bagi Bahrain.

“Yang utama dan sebelum segala sesuatunya ialah melindungi negeri kami dari agenda-agenda fasisme Iran,” ungkap Khalid.

Dalam artikel yang dimuat Foreign Policy pada akhir Desember 2017 jurnalis BBC Kim Ghattas menyatakan bahwa keputusan Trump alih-alih menjadi kesempatan bagi Iran dan Saudi untuk meningkatkan pergerakan demi Al-Quds, keduanya malah “sibuk dengan konflik satu sama lain dan tidak melakukan tindakan untuk apapun untuk menggagalkan keputusan ini.”

Ghattas memastikan Saudi  yang sama sekali tidak mendukung perjuangan bersenjata Palestina telah menawarkan dua usulan damai; pertama, prakarsa damai Raja Fahd tahun 1982, kedua; prakarsa damai Raja Abdullah tahun 2002. Dia juga menilai Saudi sekarang “terpasung dalam aliansinya dengan Washington.”

Mengalahkan Iran

Kim Ghattas menyebutkan bahwa fokus Saudi dewasa ini ialah upaya mengalahkan Iran, dan dalam hal Saudi memang “membutuhkan bantuan AS”, dan ada pula “berbagai laporan mengenai kerjasama keamanan Saudi-Israel untuk menghadapi Iran yang menjadi strategi utama dan terpenting daripada pembelaan simbolik atas Al-Quds.”

Ghattas melanjutkan bahwa di pihak lain, Iran telah mengguncang dunia Arab setelah mengirim pasukannya serta Hizbullah Lebanon dan milisi-milisi Irak untuk membantu Presiden Suriah Bashar Al-Assad dengan “harga yang menghancurkan.” Dia lantas menilai bahwa bagaimanapun juga yang menjadi prioritas bagi  kedua belah pihak bukanlah Al-Quds.

Analis politik Palestina Mahmoud Jamil Azzam menilai pilihan prioritas antara Iran dan Israel merupakan “dikotomi yang keliru.”  Dalam artikelnya yang dimuat surat kabar Al-Ghad milik Yordania pada akhir Desember 2017 dia menyebutkan bahwa dikotomi Iran-Israel merupakan pilihan yang sengaja diada-adakan dan dijajakan oleh AS dan Israel.

“Bukanlah pilihan antara Iran dan Israel seperti yang hendak dipromosikan oleh Washington dan pemerintah Israel. Tak masalah menjalankan pandangan bahwa keduanya adalah musuh berdasarkan kebijakan keduanya, dan bukanlah keharusan untuk menjadikan salah satunya sebagai prioritas.”

Di mata para pengamat, dalam perang prioritas ini pihak yang paling dirugikan adalah bangsa Palestina, sementara yang paling diuntungkan adalah Israel. Berkat hubungannya dengan pihak-pihak terkemuka Arab Rezim Zionis Israel berhasil mentransformasi dirinya dari musuh menjadi sekutu strategis Arab dalam menghadapi Iran. (mm)

Sumber: Aljazeera

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account