Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

Nasib Oposisi Suriah Pasca Perubahan Sikap AS Terhadap al-Assad

Published 06/04/2017 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com –  Timteng dikejutkan oleh perubahan drastis sikap pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait Presiden Suriah Bashar al-Assad. Menlu AS Rex W. Tillerson menegaskan bahwa rakyat Suriahlah yang akan menentukan masa depan al-Assad dalam jangka panjang. Perubahan ini juga ditegaskan oleh Dubes AS untuk PBB dengan mengatakan negaranya sudah tidak lagi fokus pada penyingkiran al-Assad, melainkan cukup berusaha mencarikan jalan untuk meredakan perang di Suriah dan mengupayakan solusi politik.

Perubahan ini tentu saja menjadi tamparan keras dan mimpi buruk bagi kalangan yang selama ini disebut sebagai kubu oposisi Suriah. Lantas bagaimana reaksi dan tanggapan kelompok-kelompok bersenjata yang bernafsu menggulingkan al-Assad ini?

Sejauh ini belum ada statemen dari mereka, dan ini sendiri sudah menggambarkan betapa kepiluan sedang melanda mereka.  Jelas mereka terlalu kerdil dan ringkih untuk dapat mengambil kebijakan yang berseberangan dengan AS. Pasalnya, mereka ada dan mampu mengguncang pemerintahan al-Assad tidaklah lepas dari dukungan dana dan militer langsung dari AS, selain dari negara-negara Arab sekutu AS dan dari Turki.

Mereka selama ini telah menggadaikan dirinya kepada AS untuk menggulingkan pemerintah Suriah dengan skenario seperti yang terjadi di Libya. Apalah artinya kacung ketika juragannya tiba-tiba berubah sikap. Karena itu, wajar mereka memilih bungkam atau tidak segera mengeluarkan statemen, karena keterburuan berpotensi mengundang penyesalan yang fatal di kemudian hari.

Bagi kubu oposisi Suriah dengan faksi politik dan militernya tak ada juragan di luar AS dan sekutu Baratnya. Opsi yang tersedia bagi mereka hanyalah mendekati Rusia, namun merapat dengan Negeri Beruang Merah ini sama saja dengan merangkul lagi pemerintah Damaskus dengan segala persyaratan yang harus mereka terima. Di luar opsi ini mereka harus bubar atau kembali ke pengasingan, tempat mereka menjalani hidup sebelum terjadi pemberontakan Suriah pada 2011.

Catatan ini tentu saja tak kaitannya dengan kelompok-kelompok lain yang selama ini diakui oleh semua pihak, termasuk AS, sebagai kelompok teroris semisal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan Hayat Tahrir Sham (HTS), aliansi teroris yang didominasi oleh agen al-Qaeda di Suriah, Jabhat al-Nusra. Sebab kelompok-kelompok teroris ini secara formal sama-sama diperangi baik oleh Rusia maupun oleh pasukan koalisi pimpinan AS.

Atas dasar ini, jika kubu oposisi masih ingin bernafas lebih lama maka mereka harus bersedia terlibat penuh dalam perang melawan ISIS dan HTS. Dan ini juga sudah dinyatakan oleh pusat komando militer yang dikelola oleh dinas rahasia AS, CIA, kepada semua kelompok “moderat” oposisi Suriah supaya bergabung dalam satu entitas di bawah kepemimpinan Fadlallah Haji dari kelompok Failaq Sham untuk dapat menerima gaji bulanan dan bantuan perlengkapan militer.

Al-Hayat yang melaporkan hal ini menyebutkan bahwa keputusan tersebut ditujukan kepada 30,000 – 40,000 militan yang bernaung di bawah faksi-faksi bersenjata yang tersebar di provinsi Aleppo, Hama, Latakia dan Idlib, termasuk Jaish al-Nasr, Jaish Idlib al-Hur, Jaish al-Mujahidin, dan Jaish al-Izza.

Kubu oposisi tak dapat menggantungkan harapan kepada Turki setelah Ankara memutuskan untuk menghentikan operasi “Perisau Furat”, sementara negara-negara Arab Teluk yang sudah bertahun-tahun mendukung mereka juga tidak akan berani menentang keputusan baru AS untuk tidak lagi fokus pada penggulingan al-Assad.

Kubu oposisi mendapatkan gaji dari CIA namun dibarengi keyakinan bahwa ini tidak akan berlanjut apabila para donatur akhirnya angkat tangan karena satu dan lain faktor, terutama faktor keengganan terlibat dalam perang melawan kelompok-kelompok sekutunya semisal HTS alias Jabhat al-Nusra.

Kalaupun kubu oposisi menerima doktrin baru AS agar mereka ikut jadi mesin penggilas teroris ISIS dan al-Nusra pada akhirnya mereka akan buyar setelah peran dan tugas mereka selesai bersama berhentinya aliran dana gaji mereka. (mm)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account