Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

Menjawab Detik.com Tentang Kehidupan Muslim Sunni di Negeri Syiah Iran

Published 05/01/2016 7 Min Read
Share
7 Min Read
SHARE

Kehidupan Sunni di IranLiputanIslam.com — Ketika terjadi ketegangan antara Iran dan Arab Saudi — yang kadang dipelintir menjadi ketegangan Sunni vs Syiah, ternyata dibarengi dengan upaya media-media tertentu untuk semakin memperkeruh suasana. Detik.com misalnya. Hari ini, media tersebut merilis artikel yang berjudul “Nasib Muslim Sunni di Negeri Syiah Iran”.

Detik.com menggambarkan kehidupan Sunni di Iran sangatlah menyedihkan. Tidak bebas beribadah, masjid-masjid ditutup, dan tidak memiliki perwakilan di pemerintahan yang memadai. Narasumber dari artikel tersebut adalah Al-Jazeera, yaitu media Qatar.

Isi dari artikel Detik.com, hanyalah pengulangan dari media-media corong Zionis yang selalu memuat berita untuk mendeskreditkan Iran dan Syiah. Semuanya telah dibantah di Liputan Islam. Sehingga, dalam tulisan ini kami hanya akan memberikan tautan-tautan-tautan yang berkaitan dengan isi artikel tersebut.

Pertama, Al-Jazeera adalah media propaganda Zionis.

Al-Jazeera selama ini dijalankan oleh orang-orang pro-Israel. Mulai sejak pertama berdirinya, stasiun TV ini telah mempekerjakan banyak pekerja Zionis untuk membentuk program acara dan pemberitaan. Sebab, di kantor Al-Jazeera Qatar yang diback-up Amerika, Hamad Bin Khalifa Al-Thani bukanlah orang yang mendirikan Al-Jazeera meskipun ia adalah pendana terbesar.

Al-Jazeera didirikan oleh milioner  Zionis bersaudara keturunan Perancis-Israel yaitu David dan Jean Frydman, yang membuat jaringan untuk memasuki media di dunia Islam serta untuk mengendalikan haluan di Timur Tengah dalam pendudukan Zionis di Palestina. Kedua bersaudara tersebut adalah penasihat senior Perdana Menteri Israel penjahat perang Yitzhak Rabin dan Ehud Barak. Jean Frydman juga pendana pribadi bagi dedengkot program nuklir ilegal Israel, penjahat perang Israel Shimon Peres dan ia menggelontorkan jutaan dolar dalam ‘proses perdamaian Oslo’, yang menguatkan cengkeraman Zionis terhadap Palestina.

Baca selengkapnya: Menjawab Ikhwanul Kiram (1): Al-Jazeera, Media Propaganda Zionis

Dan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya terjadi di Iran, mari kita simak penuturan Ahmad Mustafa, seorang jurnalis, analis ekonomi dan politik asal Mesir, yang mengunjungi dan mengelilingi Iran.

Dalam videonya, Mustafa menuturkan kunjungannya di Iran, dan melihat kehidupan Muslim Ahlussunah baik-baik saja. Mereka beribadah dengan tenang, tanpa adanya intimidasi– sebagaimana yang sering digembar-gemborkan media anti-Iran. Juga tidak ada pembantaian, penindasan, pengrusakan masjid, atau hal-hal lain yang dituduhkan oleh media-media intoleran di tanah air

Baca selengkapnya: Jurnalis Mesir, Menjawab Fitnah Media Intoleran atas Iran

Di Iran, sebagaimana negara demokrasi lainnya, diselenggarakan pemilu. Tentu saja, siapapun bisa mencalonkan diri, termasuk rakyat kecil tanpa memandang mazhab ataupun agama. Namun apakah terpilih atau tidak, itu urusan lain. Katakanlah pasangan Jokowi-Ahok pada pemilihan gubernur di Jakarta tahun 2012. Ahok adalah seorang Nasrani, sementara penduduk mayoritas Jakarta adalah Muslim. Namun ia bersama Jokowi berhasil memenangkan pemilu karena masyarakat Jakarta memilihnya. Begitu pula dengan Iran. Siapapun bisa menjadi pejabat negara asalkan memang dipilih rakyat.

Buktinya, seorang wanita yang bernama Baluchzehi dari etnis Baluchi yang bermazhab Sunni, terpilih sebagai walikota di kota Kalat – salah satu kota di provinsi Sistan Baluchistan. Meski peristiwa ini tidak disebarluaskan besar- besaran,  Al-Monitor telah membuat laporannya secara ekslusif. Wanita ini baru  berusia 26 tahun, seorang insinyur, dan juga seorang Master dalam pengelolaan sumber daya alam dari Islamic Azad University di Teheran. Dia berasal dari keluarga kaya yang berpengaruh dan memiliki hubungan yang dekat dengan para ulama di wilayahnya.

Jadi, memengang tampuk kuasa tidak terletak dari mazhab atau agama apa yang dianut, tetapi bergantung pada pilihan rakyat. Sorry yaa, Iran bukan Arab Saudi negara monarkhi yang seluruh penguasanya berasal dari klan kerajaan. 😛

Baca selengkapnya: Khalifah Umar dan Baluchzehi, di Iran

Tentang masjid-masjid Sunni di Iran.

Masjid di Iran baik Sunni maupun Syiah bergerak menyerukan persaudaraan, persatuan, cinta pada tanah air dan Islam di antara kaum Muslimin. Jadi di samping ibadah ritual, masjid juga menjadi tempat ibadah sosial, politik, dan kebudayaan. Shalat Jumat dan berjamaah juga dilakukan di masjid Sunni yang bermazhab Syafi’i atau Hanafi yang tersebar di berbagai tempat di Iran. Sesuai dengan pendataan, kelompok Sunni memiliki 12.222 masjid di Iran.

Pembangunan masjid sunni di Iran setelah Revolusi Islam Iran tahun 1979, semakin pesat dibandingkan dengan pertumbuhannya sebelum revolusi. Misalnya, di Kota Zahidan, sebelum revolusi hanya terdapat 16 masjid Sunni, tetapi setelah revolusi, kini terdapat sekitar 516 masjid Sunni. Begitu pula yang terdapat di kota Kermanshah sebelumnya hanya berjumlah 123 masjid, tetapi kini berjumlah 420 masjid.

Jikalaupun ada masjid yang ditutup, alasannya bukan karena masjid tersebut merupakan masjid Sunni, namun lebih kepada alasan tata kota. Iran sangat peduli terhadap tata kota atau perizinan, dan karenanya, jika melanggar aturan, tidak peduli bangunan apapun itu, akan digusur. Bukankah di Indonesia kita sering melihat bagunan anu, atau bangunan itu, diratakan dengan tanah karena tidak memiliki IMB?

Baca selengkapnya: Info untuk Voa-Islam : Di Iran, Sunni Memiliki 12.000 Lebih Masjid (2)*

Bahkan baru-baru ini Zuhairi Misrawi, cendekiawan muda Nahdlatul Ulama (NU) menuturkan pengalamannya ketika menghadiri Konferensi Islam Internasional yang digelar di Iran. Melalui akun Twitternya ‏@zuhairimisrawi, ia mengaku terkesan melihat pluralitas Ahlussunah (Sunni) di Iran.

“Baru bicara dengan orang-orang Sunni di Iran. Mereka berkelompok sesuai mazhab mereka. Pluralitas dalam Sunni pun menarik dicermati. Pengikut mazhab Syafii di Iran membuat komunitas sendiri. Begitu pula, Hanafi, Maliki, dan Hambali. Ini yang berbeda dengan kaum Sunni di kita (Indonesia-red),” kicaunya.

Baca selengkapnya: Cerita Zuhairi Misrawi Ikuti Konferensi Islam di Iran

Tuh kan, di Iran setiap mazhab Ahlussunah malah punya komunitas sendiri-sendiri. Bagaimana mungkin mereka bisa membentuk komunitas jika kehidupan mereka dalam tekanan? Ulama-ulama Sunni Iran juga hadir dalam konferensi persatuan Islam yang digelar tiap tahunnya, dan bersama-sama mereka menyuarakan persatuan Sunni-Syiah.

Duh, masih tahun baru, mbok ya malu gitu bikin fitnah melulu. 😛 (ba)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account