Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

Lima Teori Tentang Munculnya Terorisme (4)

Published 11/08/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

radikalismeTeori Keempat : Terorisme Lahir Karena Rekayasa Politik.

Terori keempat ini menyatakan bahwa terorisme muncul disebabkan oleh rekayasa pihak yang berkuasa, biasanya melalui badan intelejen rezim yang berkuasa, seperti kasus peledakan bom zaman orde baru. Atau kelompok-kelompok yang dibuat oleh Arab Saudi untuk menjaga kekuasaanya, atau oleh CIA.

Di zaman pemerintahan Soeharto, gerakan teror yang terjadi dituduh didalangi oleh kelompok Islam radikal. Karenanya pemimpin Islam yang tidak disukai dituduh mendalanginya dan dijadikan alasan untuk menangkap mereka. Rumah-rumah ibadat di Indonesia dan pusat keramaian sering menjadi sasaran peledakan bom.

Begitu pula setelah pembajakan pesawat dan peledakan WTC, Amerika menuduh tragedi ini didalangi oleh Osam bin Laden, pemimpin Alqaeda, suatu organisasi di bawah tanah untuk melawan Amerika. Akibat tuduhan Amerika terhadap Osama bin Laden yang dicurigai bersembunyi di Afghanistan dan dilindungi oleh rezim Taliban, Amerika membombardir negeri tersebut. Begitu pula, Amerika menuduh Irak dan Saddam Husein sebagai teorisme dengan menggelindingkan isu senjata pemusnah masssal, sehingga mendapat mandat untuk menyerang dan menguasai Irak. Belakangan, Amerika mencuatkan tiga negara pendukung terorisme yakni Iran, Suriah, dan Korea Utara. Jadi, isu terorisme ini diciptakan dan direkayasa oleh Amerika tidak lain untuk menguasai negeri-negeri Islam yang strategis dan memiliki sumber daya alam luar biasa.

Tentang ISIS misalnya, mantan menteri luar negeri dan ibu negara AS Hillary Clinton secara terang-terangan mengakui bahwa Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) merupakan gerakan buatan AS guna memecah belah dan membuat Timur Tengah senantiasa bergolak. Pengakuan tersebut termuat dalam buku terbaru HIllary Clinton “Hard Choice”.

Mantan Menlu di kabinet pertama Presiden Barack Obama itu mengaku, pemerintah AS dan negara-negara barat sengaja membentuk organisasi ISIS demi memecah belah Timur Tengah (Timteng). Hillary mengatakan gerakan ISIS sepakat dibentuk dan diumumkan pada 5 Juni 2013.

“Kami telah mengunjungi 112 negara sedunia. Lalu kami bersama-sama rekan-rekan bersepakat mengakui sebuah Negara Islam (Islamic State/IS) saat pengumuman tersebut,” tulis Hillary.

Dalam buku tersebut juga diuraikan bahwa “negara Islam” itu awalnya akan didirikan di Sinai, Mesir, sesuai revolusi yang bergolak di beberapa negara di Timur Tengah. Namun rencana itu berantakan setelah militer Mesir melakukan kudeta, Juli 2013. “Kami memasuki Irak, Libya dan Suriah, dan semua berjalan sangat baik. Namun tiba-tiba meletus revolusi 30 Juni – 7 Agustus di Mesir. Itu membuat segala rencana berubah dalam tempo 72 jam,” ungkap istri mantan presiden AS, Bill Clinton, itu. (lihat http://liputanislam.com/berita/hillary-clinton-terang-terangan-akui-isis-buatan-amerika/)

Tentang teori rekayasa politik ini, Noam Chomsky menyatakan, “Negara-negara adikuasa secara sistematis dan terus menerus telah melukiskan gambaran dunia yang tertentu di dalam benak kita. Untuk memudahkan memori kita dalam menyimpan informasi, peristiwa-peristiwa di dunia itu diberi label. Pikiran manusia telah dikontrol melalui penggunaan kata-kata dengan pemberian makna tertentu.” Sistem ideologi Amerika adalah sistem yang merekayasa kesepakatan dengan menciptakan kata-kata muluk, lalu memberikan maknanya sesuai dengan kehendak sang adikuasa. Sistem ini terjadi di mana-mana, termasuk di Indonesia bahkan di rumah kita sendiri, melalui televisi.

Gangguan terhadap keamanan dan kedamaian selama ini lebih disebabkan oleh kepentingan politik, dan bukan karena munculnya kesadaran komunitas. Pertentangan muncul karena kepentingan-kepentingan politik. Dengan kata lain, kepentingan politik nebeng pada agama, dan kemudian politik menggunakan simbol-simbol agama. Tujuan akhir dari politik adalah power sharing, dalam pengertian bagaimana caranya mendapatkan kekuasaan.

Terorisme sering dipicu oleh kepentingan untuk memengaruhi kebijakan politik atau bahkan untuk merebut kendali kekuasaan. Kelompok teroris yang kecewa atas kondisi negara termotivasi untuk mengubah kondisi politik melalui kekerasan. Kekerasan menjadi pilihan jika kelompok teroris merasa berhadapan dengan sikap represif pemerintah, kurangnya kebebasan politik dan pendudukan asing. (hd/liputanislam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account