Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

Lima Teori Tentang Munculnya Terorisme (3)

Published 09/08/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

radikalismeTeori Ketiga : Terorisme Lahir dari Kebencian Kepada Barat (Amerika).

Terorisme muncul sebagai salah satu isu politik terpenting di Amerika Serikat. Sebagian pejabat dan pengamat di AS mengaitkannya dengan militant Islam, khususnya Iran. Militer Luar Negeri AS, Warren Christopher mengatakan, “Iran adalah negara sponsor terorisme nomor satu di dunia”, dan Iran merepresentasikan “salah satu ancaman terbesar atau bahkan ancaman terbesar bagi kedamaian dan stabilitas di kawasan ini”. (Fawaz A. Gerges, 1999 : 55) Jadi, isu terorisme Islam muncul ke permukaan pasca Revolusi Iran, dimana pada tahun 1980 AS memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran dan pada 1984 menempatkan Iran dalam daftar pendukung terorisme. (Fawaz : 155). Bagi media massa Amerika, setiap kelompok Islam yang mereka duga akan menjadi penghalang kepentingan politik negaranya, semuanya secara sederhana mereka kelompokkan sebagai fundamentalis.  Media massa Barat juga seringkali pula menggunakan istilah fundamentalis kepada hampir semua gerakan-gerakan kegamaan yang cendrung menggunakan kekerasan di dalam mencapai tujuannya. Sebutan seperti ini lazim diberikan kepada kelompok-kelompok politik Palestina, al-Jazair, Iran, Mesir, Afghanistan, dan lain-lain.

Meluasnya ketidakpuasan kelompok-kelompok teroris di dunia Muslim terhadap kebijakan politik luar negeri Amerika dalam masalah-masalah Timur Tengah, pendudukan Israel di Palestina, dan trauma kolonialisme memiliki peran besar dalam memicu rasa benci dan curiga terhadap Barat. Belum lagi ditambah dengan dukungan Amerika terhadap Israel dan berbagai rezim yang represif di negara-negara Arab, eksploitasi Amerika atas kekayaan minyak Timur Tengah, dan pendudukan tentara Amerika di dunia Arab serta penempatan pangkalan militer di Arab Saudi yang merupakan “tanah suci” Islam. Kebencian, kemarahan, dan frustasi akhirnya berkulminasi pada serangan terorisme, seperti kasus WTC. Ziauddin Sardar dan Merryl Wyn Davies dengan baik telah memetakan beragam persoalan yang menyebabkan orang membenci Amerika dalam karyanya Why do People Hate America? (2004).

Adapun menurut Marx Juergensmeyer dalam Menentang Negara Sekuler (1998), ada empat alasan utama kenapa terorisme Islam radikal diarahkan kepada Amerika. Pertama, karena Amerika adalah pendukung rezim sekuler di negeri-negeri muslim yang menindas mereka; Kedua, Amerika telah memasukkan kebudayaan dan pandangan hidup modern yang bertentangan dengan nilai-nilai moral Islam dengan kekuatan media massa, teknologi, dan budayanya; Ketiga, Perusahaan-perusahaan transnasional Amerika telah menguasai negeri-negeri Muslim. Negara dan perusahaan Amerika tersebut memandang Islam sebagai penghalang ambisi mereka menguasai ekonomi negeri-negeri Muslim dan mereka dinilai sebagai kolonialis yang akan menyengsarakan umat Islam; keempat, Amerika dinilai sebagai teroris terbesar di dunia, yang menduduki negeri-negeri Muslim, merampas kekayaannya, dan mendikte penguasanya.

Kenyataan politik tersebut mendorong Graham E. Fuller, mantan wakil ketua intelejen di CIA sekaligus penulis sejumlah buku tentang Timur Tengah, untuk melancarkan kritik terhadap kebijakan Amerika yang terbukti memicu konflik. Dia berkata, “Yang seharusnya menjadi pertanyaan bukan mengapa tragedi 11 september bisa terjadi, tetapi mengapa tragedi itu tidak terjadi lebih cepat?”

Karena itu, dalam bukunya A World Without Islam, Fuller menegaskan bahwa terorisme di Timur Tengah dan belahan bumi yang lain tidak ada hubungannya dengan Islam. Seandainya tidak ada agama Islam di muka bumi, terorisme akan tetap terjadi. Fenomena teroris adalah respons terhadap kondisi geopolitik dan berbagai isu sosial  yang melibatkan komunitas muslim di dunia. Fuller meyakini bahwa Islam tidak mengajarkan terorisme dan kekerasan destruktif; yang terjadi adalah Islam yang mengajarkan jihad disalahgunakan untuk menjustifikasi kepentingan politik. Dengan pernyataan itu, Fuller hendak mengatakan bahwa kebijakan politik luar negeri Amerika dan sekutunya menjadi faktor pemicu terorisme. (hd/liputanislam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account