Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

Ketika Voa-Islam “Berubah” Karena Politik

Published 26/05/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Voa PrabowoLiputanIslam.com— Pada dasarnya, perubahan adalah sesuatu yang niscaya. Tak ada yang abadi di dunia ini selain perubahan itu sendiri. Pagi hari, kedelai itu masih berupa biji-bijian yang keras, namun tak menunggu waktu lama, dia akan berubah menjadi tahu yang lembut. Hari ini masih berupa singkong yang keras, dan beberapa waktu lagi akan menjadi tape yang lembut.

Tak terkecuali dengan situs Voa-Islam, sebuah situs dakwah Islam intoleran yang acapkali mengumbar kebencian. Syafi’ Alielha, pemimpin redaksi NU Online, memasukkan Voa-Islam ke dalam kelompok situs penebar kebencian. [Berita lengkapnya baca di sini ]

Masih terekam dengan jelas artikel yang dimuat pada 26 Oktober 2013 yang berjudul “Apa Bedanya Prabowo Subianto Dengan Presiden SBY?” yang mengungkap berbagai data [versi Voa-Islam] untuk menunjukkan bahwa Prabowo Subianto tak ada bedanya dengan SBY.

Dalam gambaran Voa-Islam dulu, sosok Prabowo dilukiskan sebagai berikut:

  1. Prabowo mengakui mengakui dia berkiblat ke Barat. Selanjutnya, dengan nada yang sangat jelas, Prabowo mengaku hidupnya berkiblat ke Barat. “Dari umur 6 sampai 16 tahun saya tinggal di negara Barat, di Inggris dan Amerika,” kata dia saat berkunjung ke kantor Tempo, 25/10/2013. “Saya memang masuk AKABRI. Saya lulus, sebelum dan sesudahnya saya banyak bersekolah di Barat. Saya elite Indonesia yang berkiblat ke Barat, kagum pada Barat, besar di alam itu. Jadi, saya besar dengan nilai Barat, nilai modern,” ucapnya. “Kita harus westernisasi, harus adopt (menyerap) nilai-nilai Barat jika ingin maju,” tambahnya.
  2. Pernyataan Prabowo itu lantaran memang menginginkan dukungan dari Barat, khususnya dari Amerika Serikat. Prabowo pernah memberikan klarifikasi tentang sejumlah isu, saat bertemu dengan sejumlah tokoh di Singapura, bebarapa bulan lalu, persepsi tentang masalah yang pernah terjadi,  seperti peristiwa yang terjadi Mei 1998. Di mana terjadi huru-hara, dan menghancurkan kelompok Cina.
  3. Ketika Prabowo konflik dengan Soeharto, pergi dan sementara tinggal di Jordania, atas jasa baik sahabatnya, yaitu Raja Abdullah yang menjadi sukutu  Amerika di Timur Tengah, dan memiliki hubungan dekat dengan Israel. Jordania satu-satunya negara Arab yang membuka hubungnan diplomatik dengan Israel. Prabowo  dan Abdullah sama-sama pernah sekolah di akademi militer Amerika. Apakah Prabowo akan memiliki sikap yang tegas, dan dapat  membela  kepentingan nasional Indonesia, ketika menghadapi intervensi Barat?
  4. Sementara itu, Amerika Serikat sekarang berada di ujung kebangkrutan, dan kehilangan peran strategisnya secara global. Seperti yang dikatakan oleh Senator Ron Paul dari Republik, bahwa Amerika Serikat sedang menuju kehancurannya. Masihkah Prabowo dan SBY menjadikan Amerika sebagai kiblatnya?

Lalu, apa yang terjadi pada Voa-Islam hari ini? Kita bisa saksikan perubahan drastis. Yang dulunya menyebut bahwa Prabowo berkiblat ke Barat, sekarang berbalik memuji koalisi Prabowo sebagai koalisi anti-asing. Tak ketinggalan Voa-Islam juga menyebut bahwa Prabowo menampakkan nasionalisme, dan menjanjikan kesejahteraan, serta melakukan nasionalisasi terhadap perusahaan asing di Indonesia.

Dan tentu saja Voa-Islam juga berharap bahwa pemerintahan Prabowo jika terpilih akan membela umat Islam dan mencabut UU Terorisme yang banyak menjadi dalih narasi teroristainment di Indonesia dan terus menerus merugikan umat Islam.

Perubahan itu semua masih wajar-wajar saja, dari membenci menjadi memuji adalah hal yang sudah teramat lumrah dalam dunia politik. Namun yang paling mengherankan dari Voa-Islam adalah, sejak kapan mereka mendukung adanya pesta demokrasi di Indonesia? Bukankah mereka adalah pengusung ide “Negara Islam” yang berdasarkan atas syariat Islam dan mengharamkan segala bentuk demokrasi? (ba/LiputanIslam.com)

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account