Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

Jokowi Ganti “Baju Perang”, Kotak-Kotak Masih Bertuah?

Published 27/05/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE
Foto: Metrotv
Foto: Metrotv

Jakarta, LiputanIslam.com – Kemeja bermotif kotak-kotak yang sempat menjadi trend pada Pilgub Jakarta 2012 kembali terlihat dikenakan oleh Capres PDIP Joko Widodo. Hari ini, Jokowi memperkenalkan “baju perang” yang akan digunakan untuk kampanye di Pilpres 2014, seperti dilansir Tribunnews.com.

Jokowi akan mengenakan kemeja kotak-kotak model baru, sedangkan Jusuf Kalla (JK) mengenakan kemeja putih dengan lengan digulung. Jokowi tak lagi mengenakan kemeja putih karena merasa sudah ditiru oleh lawan politiknya. Menurut Jokowi, seragam kampanye sengaja dibuat berbeda untuk mewakili semboyan Bhinneka Tunggal Ika atau keanekaragaman yang ada di Indonesia.

“Indonesia itu kan berwarna-warni. Ini ke-Bhinneka-an kita. Mau pakai kotak-kotak silahkan. Mau pakai putih silahkan. Pakai kotak-kotak yang modelnya beda juga tidak apa-apa,” ujarnya.

Perbedaan seragam kampanye tersebut, ia menambahkan, juga menunjukkan perbedaan yang saling melengkapi.

“Memang ini berbeda, artinya saling melengkapi. Pak JK berpengalaman, dan saya muda. Ini adalah suatu simbol sinergi. Jadi, tidak perlu harus selalu satu ragam,” tutur Jokowi.

Sementara JK mengatakan,”Kan kita bukan anak TK atau anak SD lagi. Jadi, tidak perlu seragaman lah. Ini artinya Bhinneka Tunggal Ika.”

JK mengatakan kemeja polos tersebut dipilih atas dasar kesenangannya mengenakan pakaian tersebut ketika masih menjabat sebagai wakil presiden.

“Sejak dulu saya memang suka pakai yang polos-polos. Waktu saya jadi Wapres dulu, saya pakai polos terus. Intinya, saya tetap menjadi saya, Pak Jokowi tetap menjadi Pak Jokowi. Jadi, kita ini bisa dibilang satu matahari, dua energi,” jelas Jusuf Kalla.

Sejarah Baju Kotak-Kotak

Kemeja kotak-kotak bermotif cerah dipilih oleh Jokowi-Ahok saat mendaftarkan diri sebagai Cagub-Cawagub ke Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta. Kemeja kotak-kotak dianggap sebagai simbol warna-warni Jakarta yang harus diakomodasi.

“Ada banyak suku, etnis di sana. Jakarta itu ibarat miniaturnya Indonesia, yang jelas etalasenya negara,” kata Jokowi, Rabu (21/3/2012) seperti dilansir Kompas.

“Kami berharap bisa diterima warga Jakarta yang punya latar belakang beragam,” kata Jokowi saat itu.

Sedangkan menurut Ahok, baju kemeja kotak-kotak adalah ciri pakaian pekerja di lapangan. Selain itu, baju kotak-kotak menandakan santai dan tidak kaku.

“Ide baju kita menunjukkan pimpinan Jakarta bukan duduk di meja, tapi kerja keras. Kerjaan kami turun ke lapangan,” ujar Ahok seperti dikabarkan Detik.com (1/4/2012).

Kemeja kotak-kotak berhasil menghantarkan Jokowi – Ahok menuju kursi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, akankah “tuah’ baju kotak-kotak akan kembali berulang pada perhelatan Pilpres 2014? (fa/LiputanIslam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account